Rebutan 17 Gunungan Kupat Di Syawalan Bukit Sidogora (Tourist)

KLATEN MATTANEWS.COM17 Gunungan ketupat diperebutkan dalama acara tradisional grebek Syawalan yang digelar Jum’at (22/6) di Bukit Sidoguro Turis Desa Krakitan, Kecamatan Bayat. Sebelum diperebutkan gunungan diarak dari kantor balai desa Jimbung yang berjarak sekitar 1,5 kilometer yang diiringi oleh berbagai tarian dan kesenian daerah.  

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Klaten, Drs H Pantoro MM mengatakan, pada puncak upacara tradisional Syawalan dikirab dan jadi rebutan 17 gunungan ketupat yang berasal dari bantuan masyarakat antar lain dari Amigo, PT Tirta Investama, Kota Baru, TWC Prambanan. Kemudian juga berasal dari bantuan perusahaan daerah yang ada di Kabupaten Klaten seperti dari PDAM Klaten, Bank Klaten, Bank Jateng dan  PT Aneka Usaha.    

Suasana rebutan ketupat di syawalan jimbung 
Gunungan ketupat dikirab mulai dari pintu masuk Bukit Sidoguro hingga ke atas Bukit Sidoguro tempat acara tradisi Syawalan. Setelah didoakan lalu dilakukan prosesi rebutan ketupat yang didahului dengan penyebaran ketupat secara simbolis oleh Bupati Klaten Hj Sri Mulyani. Setelah itu warga secara beramai-ramai melakukan rebutan ketupat yang ada di gunungan ketupat sehingga dalam sekejab ratusan ketupat tersebut ludes menjadi rebutan penonton.  

Bupati Klaten, Hj Sri Mulyani dalam sambutannya meminta kepada warga untuk tidak melempar atau membuang ketupat yang diperebutkan. Makanan ketupat hendaknya dibawa pulang dan disajikan untuk makan dengan keluarga.

Dalam kesempatan itu Bupati juga berharap jika Bukit Sidoguro beserta Rowo Jombor dapat dikemas sebagai obyek wisata yang menarik, maka akan mampu mengundang wisatawan datang di Bukit Sidoguro dan Rowo Jombor.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Klaten, Ety Pusparini, SH pada acara puncak grebek Syawalan di Bukit Sidoguro Krakitan Bayat, Jumat, 22 Juni 2018 mengatakan, perayaan tradisional grebek Syawalan di Bukit Sidoguro Komplek Obyek Wisata Rowo Jombor dimulai sejak 17 Juni 2018 dan akan terakhir pada Minggu, 24 Juni 2018. 

Sama seperti yang diharapakan orang nomor satu di Klaten, dalam acara sebar ketupat tak sedikit warga yang datang untuk ikut berebut mendapatkan ketupat. Bagi sebagian warga yang masih percaya diyakini ketupat yang disebara dalam acara tersebut memiliki tuah tersendiri yang berguna untuk mereka.

Sementara sisi lain dari perayaan tersebut tidak sedikit warga yang kecewa dan mengeluh karena adanya pungutan karcis Rp 5000 saat akan melintas melewati jalan. Umumnya mereka yang mengeluh karena mereka yang akan pulang atau berkunjung ketempat sauadara yang kebetulan rumahnya disekitar Rowo atau para pemancing.

”Ngungkuli lewat jalan tol mas. Wong arep liwat wae kon mbayar 5000. Ora orane aku mampir neng torit opo rowo, wong yo ora ono sing patut di tonton”, ujar salah satu pengguna jalan asal Yogyakarta.(get)  

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...