Warga Pecinta Rowo Minta Bupati, Segera Tata Rowo Jombor Agar Tidak Kumuh Kembali.

KLATEN MATTANEWS.COM Masyarakat pecinta Rowo dan sungai meminta agar Bupati Klaten Hj Sri Mulyani segera membuat aturan baru guna menata waduk Rowo Jombor agar tidak kumuh dan dapat dijadikan destinasi wisata air andalan Klaten. Hal tersebut diungkapkan menyusul telah dibersihkannya waduk Rowo Jombor dari polusi eceng gondok yang hampir menutupi semua permukaan air waduk.

“Kemarin Bupati telah menggerakkan semua unsur SKPD dibawah koordinasi PU Klaten melakukan gerakana pembersihan rowo dari eceng gondok dan hasilnya memuaskan. Kita ingin Bupati segera menindaklanjuti programa tersebut dengan penataan Rowo Jombor agar nantinya isa jadi destinasi wisata air andalan Klaten. Karena jika terlambat sedikit saja, maka rowo yang sudah bersih akan dipenuhi eceng gondok dan kerambah lagi”, ujar Minto salah satu warga setempat.
Waduk Rowo Jombor Klaten kini dangkal dan kumuh

Menurut Minto sudah saatnya waduk Roowo Jombor bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan orang banyak. Misalnya untuk wisata air, olah raga air tanpa mengesampingkan keberadaan nelayan ikan disekitarnya." Sudah saatnya keberadaan warung apung, dan karambah diatur, baik letak dan luasannya, tidak seperti sekarang, orang mana saja asal pun ya modal bisa mematok rowo seluas-luasnya", ujaarnya.

Terkait hal tersebut Kabid Sumber Daya Air PU Klaen Harjoko ST.MT menjelaskan kewenangan waduk rowo Jombor ada di pusat dengan tangan panjang  BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Bengawan Solo yang berada di Surakarta. Sehingg dalam hal pengaturan dan pengelolaan waduk Rowo Jombor semua harus seijin pusat dalam hal ini BBWS Solo.

Klaten dalam ini lanjut Harjoko hanya dapat mengelola dan memanfaatkan, dengan terlebih dahulu minta ijin dengan BBWS Solo. Jika memang diijinkan untuk mengelola dan memanfaatkan waduk rowo Jombor  sesuai dengan fungsi dan manfaat waduk menurut Harjoko kemungkinan masih bisa dilakukan.”Pemkab Klaten tidak punya kewenangana apa –apa dalam menangani  waduk Rowo Jombor, kita hanya bisa minta ijin untuk mengelola dan memanfaatkan dengan catatan tidak merubah fungsi utama waduk sebagai sarana penampungan air untuk irigasi pengairan”, ujarnya.  
 
Kabid SDA PU Klaten Harjoko ST.MT
Saat ini pasca Bupati Klaten Hj Sri Mulyani Menggerakkan pembersihan eceng gondok, waduk rowo Jombor mulai tampak bersih dan luas. Namun pemandangan yanag indah masih terganjal dengan semrawutnya karambah warga yang berjumlah ratusan dan sisa-sisa kejayaan warung apung yanag jumlahnya puluhan.

Padahal sesuai pada tahun 1993 di era kepemimpinan Bupati Suharjono pembuatan warung apung dan karambah dilarang, karena menjadi penyebab utama terjadinya sidementasi atau pendangkalan. Namun pada sekitar tahun 2000 an di era kepemimpinan Bupati Kasdi ada kemudahan untuk membuat karambah, sehingga hampir semua luasan waduk rowo jombor penuh kerambah dan warung apung.

Karena nyaris mencapai titik rawan terjadinya pedangkalan maka dikeluarkan kebijakan untuk membersihkan semua bangunan yang ada di waduk Rowo Jombor. Hampir seluruh waduk dipagari, seperti layaknya waduk milik pribadi, sehingga sulit bagi orang untuk masuk rowo walau hanya sekedar mau melihat rowo atau mau mancing. Namun pelaksanaan yang harusnya dilakaukan tahun 2006 terkendala karena terjadi gempa hebat melanda Klaten. Baru pada tahun 2010 – 2013 Waduk Rowo Jombor bisa bersih dari keramabah dan bangunan liar.

Namun hal itu tak bertahan lama, karena sekitar tahun 2015 hingga sekarang warga kembali membuat karambah dan warung apung dengan ukuran dan luas sesuka hatinya. Maka tek heran jika warga bisa memuat karambah atau warung apung lebih dari 10 patok. Sehingga sampai saat ini waduk rowo jombor tampak semakin kumuh, semrawut dan dangkal. Dan itu berdampak dengan “Bangkrutnya” para pengusaha warung apung, yang kini tinggal beberapa orang yang bertahan. Pengunjung malas ke warung apung karena suasananya kumuh, mahal dan layanan yang kurang simpatik serta parkir yang mencekik leher.(get)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...