Tangkap Dan Laporkan. Aksi Pemerasan Berdalih Wartawan Kembali Marak Di Klaten.

KLATEN MATTANEWS.COMAksi pemerasan dengan mengaku sebagai wartawan atau saudaranya pejabat di KPK kembali marak terjadi di Klaten menjelang lebaran. Aksi yang dulu juga sempat menghebohkan Klaten kini kembali muncul dengan sasaran para pejabat di jajaran pemda, Kepala sekolah atau kepala desa yanaag ada dipelosok desa.

Aksi ini sebenarnya bisa dikatakan modus lama. Karena beberapa tahun lalu hal serupa pernah terjadi. Bahkan saat itu wartawan yang bertugas di lingkungan Pemda sempat  memburu pelaku. Para pelaku ini biasanya beroprasi secara bergerombol dengan menggunakan mobil. Dengan mencatut nama-nama wartawan yang ada di Klaten atau terkadang ada yang mengaku temannya pejabat KPK, mereka mencoba memeras para pejabat, kepala desa, kepala sekolah dengan cara mengirim SMS atau WA.    
 
Karikatur wartawan bodrek (foto ist )
Kali ini Bagian Humas Setda Klaten kebanjiraan aduan dari pejabat dan PNS lain yang merasa diteror dengan adanya telepon, SMS atau WA dari orang yang mengaku wartawan media cetak yang intinya minta ditransfer sejumlah uang lewat rekening. Para korban datang ke kantor humas, karena pelaku selalu mengaku wartawan yang bertugas di Klaten, bahkan terkadang berani menyebut nama atau mencatut nama wartawan untuk referensinya. Biasanya jika permintaanya tidak ditanggapi kelompok “Perampok gaya baru alias wartawan BODREX” ini akan memaki maki dengan kata kata kasar pada korbannya.

Menanggapi maraknya SMS penipuan  Kabag Humas Pemda Klaten Wahyudi Martono (55) menegaskan, tidak ada wartawan yang bertugas di Pemkab Klaten dan berkantor di ruang Press Room Humas melakukan hal tersebut. Karena semua wartawan yang biasa mangkal di Humas orang-orangnya jelas dan semua nomer telepon dan WAnya ada dan diarsip. Sehingga dapat dipastikan pelaku penipuan dan pemerasan dengan mencatut nama wartawan Klaten, bukan wartawan Klaten.

Untuk itu Wahyudi meminta pada semua ASN di Klaten baik pejabat, lurah, kepala sekolah untuk lebih hati-hati jika mengalami hal seperti itu. Tidak perlu dilayani kalau perlu malah segera lapor polisi atau cross cek ke bagian humas Klaten atau menemui beberapa wartawan yang ada di Klaten.

“Ini kejadian yang kesekian kalinya. Daan dapat saya pastikan pelaku pengirim SMS yang mengaku wartawan, bukan wartawan. Wartawan di Klaten tidak ada yang melakukan perbuatan seperti itu. Mereka tak lebih mafia yang memakai kedok wartawan untuk melakukan aksi penipuan dan pemerasan. Untk itu saya minta pada semua pejabat, ASN, Kepala sekolah, kepala desa untuk melapor pada polisi jika mengalami hal seperti itu”, tegasnya.

Sementara itu beberapa wartawan di Klaten mengaku sangat prihatin dan terpukul dengan ulah oknum yang sering memakai nama wartawan untuk melakukan pemersan. Menurutnya hal serupa pernah terjadi beberapa tahun lalu dengan modus sama yakni minta dikirimi uang untuk membayar temannya yang dirawat dirumah sakit. Uang dikirim via rekening. Dan jika tidak dituruti maka mereka akan memaki-maki dengan kata-kata kotor pada korbannya.

Tak hanya itu, dulu dirinya juga sering mendapat aduan dari beberapa pejabat karena ada orang yang mengaku wartawan dan teman dekatnya salah satu pejabat KPK Jakarta. Tapi ujung-ujungnya hanya untuk gertak sambal dan minta sejumlah uang. Mudos orang ini biasanya saat bertamu dengan pejabat beberapa detik kemudian teleponnya berbunyi dan seolah olah dia bicara dengan salah satu pejabat KPK di Jakarta.

“Semua itu modus lama yang dilakukan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab mas. Mereka bukan wartawan dan sama sekali tidak tahu jurnalistik. Profesi wartawan hanya mereka jadikan alat untuk memeras pejabat atau PNS di Klaten. Dan biasanya sasarannya pejabat, PNS, camat, kepala desa, atau kepala sekolah yang ada di pinggiran”, ujar salah satu wartawan yang sudah lebih dari 30 tahun bertugas di Klaten.

Untuk itu dirinya meminta agar semua pejabat, ASN, kepala sekolah camat dan kepala desa untuk lebih hati-hati jika menemukan hal serupa. Jangan mudah percaya, konfirmasi, klarifikasi. Jika meragukan langsung laporkan pada polisi. Karena wartawan yang bertugas di Klaten tidak ada yang berbuat seperti itu”, tegasnya(get/fox)


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...