Merapi Naik Status, BPBD Klaten Gelar Rakor Lintas Sektoral

KLATEN MATTANEWS.COM Terkait meningkatnya status gunung Merapi dan mengantisipasi adanya korban jiwa Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Rabu (23/5) mengadakan rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral menyusul dinaikannya status Gunung Merapi dari normal menjadi waspada oleh Balai Penyelidikan dan Pengemabangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta pada Senin malam (21/5) pukul 23.00 WIB.

Rakor lintas sektoral diadakan di Ruang B1 Setda Klaten dipimpin langsung Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, H Bambang Giyanto, SSos, MSi. 

Dijelaskan, pertama Gunung Merapi meletus freatik pada Jumat pagi, 11 Mei 2018 pukul 07.40 WIB. Kemudian berturut-turut Gunung Merapi meletus freatik pada Senin 21 Mei 2018 pukul 09.38 WIB selama 6 menit dengan tinggi asap 1200 meter dari asap.
Kemudian pada Senin siang (21/5) Gunung Merapi meletus freatik lagi pukul 01.25 WIB dengan tinggi asap 700 meter selama 19 menit dan pada sore harinya pukul 17.56 WIB Gunung Merapi kembali meletus freatik.
 
Rakor lintas sektoral waspada Merapi
Atas peningkatan aktivitas Gunung Merapi tersebut maka BPPTKG Yogyakarta pada Senin malam (21/5) pukul 23.00 WIB melalui Surat Nomor 271/45/BGV.KG/2018  meningkatkan status  Gunung Merapi dari normal menjadi waspada. 

Dijelaskan lebih lanjut dengan status Gunung Merapi menjadi waspada BPPTKG Yogyakarta memberikan saran masa istirahat Merapi untuk letusan magmatik sudah mendekati masa istirahat. Seperti letusan yang terjadi tahun 1872 selama 11 tahun dan tahun 1930 selama 9 tahun. Untuk itu perlu dilakukan upaya persiapan terutama dalam meningkatkan kapasitas semua pemangku kepentingan penanggulangan bencana Merapi dan juga masyarakat.

KRB III
Pada kesempatan tersebut, Kalak BPBD Klaten H Bambang Giyanto, SSos, MSi juga mengatakan, desa yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III masing-masing Desa Balerante dengan jumlah penduduk 1954 jiwa, difabel 13 orang, ternak sapi 1165 ekor dan ternak kambing 207 ekor, Desa Sidorejo jumlah penduduk 4.167 jiwa, difabel tidak ada, ternak sapi 2234 ekor, ternak kambing  536 ekor dan Desa Tegalmulyo dengan penduduk 2422 jiwa, difabel 9 orang, ternak sapi 1372 ekor dan ternak kambing 588 ekor. Pemkab

Kabupaten Klaten telah menyiapkan lokasi pengungsian di Selter Desa Kebondalem Lor Prambanan untuk warga Balerante, Selter Menden Kebonarum untuk warga Sidorejo dan Selter Demakijo Karangnongko untuk warga Tegalmulyo. 

Selain itu Pemkab Klaten juga sudah menyiapkan 20 desa paseduluran jika ketiga selter tidak mampu menampung pengungsi. Desa paseduluran sebagai konsep evakuasi mandiri dan desa paseduluran berada di kecamatan yang aman dari puncak Merapi masing-masing desa-desa yang ada di Kecamatan Prambanan, Kebonarum, Karangnongko dan Kecamatan Jogonalan. 

Sedangkan Nur Tjahjono Suharto, SSos, MSc dari BPBD Klaten pada rakor tersebut menyatakan, untuk penanganan erupsi Merapi khususnya untuk penanganan pengungsi dibagi ke dalam 10 sektor masing-masing sektor manajemen dan koordinasi, sektor keamanan, sektor kesehatan, sektor evakuasi dan transportasi, sektor barak dan pengungsian, sektor komunikasi informasi dan dokumentasi, sektor pendidikan, sektor logistik, sektor dapur umum dan sektor peternakan. Semua sektor bergerak jika Gunung Merapi sudah dinyatakan level tiga berstatus siaga.     

Hadir dalam Rakor tersebut Sekda Klaten Drs H Jaka Sawaldi MM, Asisten I Sekda Klaten dr Ronny Roekmito MKes, Kepala Satpol PP Klaten H Sugeng Haryanto SE MM, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Klaten Sigit Gatot Budiyanto SE MM, Kabag Humas Klaten H Wahyudi Martono SSos MM. Kemudian juga hadir Kepala Markas PMI Klaten Drs H Sabar Sumarta, Komandan SAR Klaten Pandu Wirabangsa, SH MEng, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bagas Waras Klaten dr H Limawan Budiwibowo MKes, dan relawan.(mas/get)


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...