Merapi "Ngiler" Lagi, Warga Klaten Sempat Mengungsi.

Eruspi freatik gunung Merapi Jawa Tengah
KLATEN MATTANEWS.COMGunung Merapai yang merupakan gunung api teraktif se dunia kembali “ngiler” mengeluarkan asap yang membumbung setinggi lebih dari 5000 meter. Letusan freatif yang terjadi Senin sore sekitar pukul 17.50 selama 3 menit tersebut dan disusul malam dini hari tadi (22/5) membuat gunung yang semula normal kini meningkat menjadi Waspada. Sementara sekitar 350 warga desa Balerante Klaten semalam sempat mengungsi ketempat yang aman, karena semalam gunung Merapi terus mengeluarkan suara gemuruh, sebelum dini hari tadi kembali mengalami erupsi freatik.

Bupati Klaten Hj Sri Mulyani dalam keterangan perssnya dirumah dinas menghimbau agar semua warga Klaten khsusnya yang berada di zona bahaya merapi untuk terus waspada, jangan panik dan selalu siaga. Jika memang nanti status merapi naik lagi menjadi siaga dan erupsi terus menerus terjadi, maka warga harus mengungsi, sesuai arahan dari dinas terkait jika memang sudah ada himbauan.

“Saya minta warga terus meningkatkan kesiap- siagaanya,tanggap serta jangan panik. Dengarkan dan ikuti semua perintah atau intruksi dari dinas terkait jika sewaktu-waktu terjadi erupsi. Pemda akan segera bertindak dan menyiapkan semua kebutuhan jika memang nantinya diperlukan untuk menampung pengungsi”, demikian ditegaskan upati saat menggelar press rilis di rumdin Bupati Selasa (22/5).

Terkait erupsi merapi Bupati merencanakan akan segara menggelar rakor dinas terkait dengan masyarakat, ormas dan relawan guna mengantsipasi bencana Merapi. Selain itu Pemkab Klaten juga telah menganggarkan dana untuk antisipasi peningkatan status Gunung Merapi. “ Untuk penanganan bencana disiapkan dana Rp 500 juta. Jika sudah dinyatakan darurat Gunung Merapi dana siap dicairkan dan dana Biaya Tak Terduga (BTT) untuk penanganan bencana Rp 2,3 miliar”, tegasnya.
press rilis di rumdin Bupati Klaten
Sementara Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, H Bambang Giyanto SSos MM menyatakan, desa di Kecamatan Kemalang yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) 3 antara lain di Balerante, Tegalmulyo dan di Sidorejo. Jumlah warga yang berada di KRB 3 tersebut di Balerante 3500 jiwa, di Sidorejo 4500 dan Tegalmulyo 3500. 

Saat ini, kata Bambang Giyanto, Pemkab Klaten mengajukan dana ke Pemerintah Pusat untuk perbaikan jalur evakuasi di wilayah Kecamatan Kemalang sekitar Rp 100 miliar.
Bupati Klaten Hj Sri Mulyani menegaskan, untuk aktivitas galian golongan C akan diperintahkan berhenti jika status Gunung Merapi menjadi siaga.

Kalak BPBD Klaten Bambang Giyanto juga mengatakan, pada Senin malam 21 Mei 2018 sebagian warga sudah mengungsi namun setelah diberitahu BPBD Klaten bahwa Gunung Merapi dengan status waspada masih aman akhirnya warga mau pulang ke rumah masing-masing.

Saat ini ada tiga selter atau barak pengungsian yang bisa digunakan sewaktu-waktu untuk menampung pengungsi antara lain di selter Desa Kebondalem Lor Kecamatan Prambanan, Selter Desa Menden Kecamatan Kebonarum dan Selter Desa Demakijo Kecamatan Karangnongko (mas/red).

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...