Merapi "Glegeken" Warga Kemalang Dan Manisrenggo Panik Dan Sempat Mengungsi.

KLATEN MATTANEWS.COM - Jum'at (11/5) tepat sekitar pukul 07.32 gunung Merapi yang berada di empat wilayah Kabupaten yakni Magelang, Sleman, Boyolali dan Klaten sempat dikejutkan dengan terjadi letusan gunung Merapi freantik yang ditandai dengan kepulan asap yang keluar dari puncak pucuk Merapi setinggi lebih dari 5000 meter. Sontak penduduk warga Klaten yang hidup didaerah lereng Merapi seperti Sidorejo, dan Gir Pasang di kecamatan Kemalang serta warga Balerante di kecamatan Manisrenggo panik. Mereka berhamburan keluar rumah mengungsi untuk menyelamatkan diri.
 
Petugas BPBD Klaten dan SAR langsung terjun kelapangan
Namun suasana kepanikan tak berlangsung lama. Kepala  BPBD Klaten Bambang Giyanto dan anggotanya yang langsung menuju ke wilayah berdampak letusan tersebut mampu menengkan warga. Berdasarkan keterangan resmi dari BPPTKG ( Balai Penyeelidikan dan Pengemaangan Teknologi Kebencanaan Geologi) yang 
menangani kebencanaan gunung Merapi letusan freantik yang terjadi Jum’at pagi tersebut tidak membahayakan.

 "Setelah kita cek melalui institusi yang menangani kebencanaan Gunung Merapi atau Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), letusan freatik tidak membahayakan. Namun demikian warga tetap diminta untuk waspasda dan untuk semenyara tidak melakukan kegiatan disekitaran puncak Merapi dengan radius 3 kilometer dari puncak”, demikian ditegaskan Bambang.

Untuk itu Bambang menghimbau kepada wargaka KLaten, utamanya warga yang tinggal dekat Merapi atau di KRB 3, Sidoarjo, Balerante, Tegalmulyo Sidorejo dan dukuh Gir Pasang agar tetap tenang dan selalu waspada sambil menunggu keterangan resmi dari BPPTKG selanjutnya dan untuk sementara kondisi Merapi saat ini masih Aman.

"Memang sempat ada warga yang berkumpul di beberapa titik perempatan dan sempat turun ke Kaliwuluh, namun saat ini sudah kembali beraktivitas seperti biasa" ujar salah satu warga Kemalang. Gunung Merapi teraktif didunia ini sempat meletus disertai suara gemuruh dengan tekanan sedang hingga kuat sebelum meletus.
salah satu yang berhasil diambil warga setempat
Saat ini kondisi masyarakat Klaten yang hidup dilereng Merapi tampak mulai normal. Kegaiatan aktifitaspun berjalan seperti biasa termasuk para penamabang pasir. Geteran hebat yang mampu menggetarkan kaca rumah dan genting dan disertai sedikit hujan abu setelah terjadi Letusan, cukup mereka jadikan peringatan untuk tetapa waspada dan berhati-hati.

letusan freatik adalah letusan atau kegiatan gunung Merapi yang terjadi akibat dorongan tekanan uap air yang terjadi akibat kontak massa air dengan panas di bawah kawah Gunung Merapi. Jenis letusan ini tidak berbahaya dan dapat terjadi kapan saja pada gunungapi aktif. Biasanya letusan hanya berlangsung sesaat. Gunung Merapi sebelumnya pernah terjadi letusan freatik.

Dan saat ini status Gunung Merapi hingga saat ini masih tetap normal (Level I) dengan radius berbahaya adalah 3 kilometer dari puncak kawah. PVMBG tidak menaikkan status Gunung Merapi dan masih terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik.(lal/red)



Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...