Lomba Lari JOMBOR RUN KLATEN 2018. Semrawut Dan Rawan Maut.

Tampak semrawut antara pelari dan pengendara motor 
KLATEN MATTANEWS.COM – Pagi ini Sabtu ( 5/5) kegiatan lomba lari JOMBOR RUN 2018 (JOMBOR TON 10K) digelar di komplek wisata Rowo Jombor, Krakitan, Kecamatan Bayat Klaten Jawa Tengah. Namun sayang kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan ini terkesan semrawut dan rawan maut. Hal tersebut terlihat saat acara start dimulai dan ditengah pertandingan dimana para pelari adu cepat dengan kendaraan umum yang ramai berlalu lalang.
  
Dalam pertandingan yang diselenggarakan Disparbudpora Klaten memperebutkan piala tetap Bupati dan uang pembinaan sebesar Rp 47 juta di bagi 2 kelompok. Untuk kelompok umum dan SLTA menempuh jarak 10 kilometer dengan rute Toris, menuju ketimur lantas memasuki desa ngembel – ngasinan  melintas pasar Jimbung dan kembali finis. Sedang untuk kelompok 2 menempuh jarak 6 kilometer mengelilingi rowo jombor diikuti para pelajar SMP.

Dalam kegiatan yang diikuti ratusan peserta ini tampaknya kurang diantisipasi oleh penyelenggara. Hal itu terlihat pada saat pemberangkatan atau start pertama, tampak pelari berjubel dan sedikit terjadi kemacetan karena dua kelompok diberangkatkan secara bersamaan. Sehingga ketika pelari pertama sudah melesat leih dari 100 meter, pelari lainnya baru beranjak dari garis start.

Satu hal sangat penting dan tampaaknya kurang diantisipasi peyelenggara adalah peengamanan jalur yanag akan dilalui oleh para pelari. Hal ini dialami para pelari kemlompok dewasa/umum, dimana mereka menggunakan jalur atau jalan umum.
 
Pelari kerpacu dengan kendaraan dan maut
Tampak para pelari saling berpacu dengan kendaraan yanag hilir mudik melintas. Sementara dari pantauan dilapangan dijalan jalan ramai tersebut tidak ada satupun petugas yang mengatur lalu lintas. Sehingga para pelari selain berpacu dengan waktu juga berpacu dengan maut.

“ Panitia tampak kedodoran dan kurang persiapan. Yang saya lihat hanya beberapa mobil ambulan yang melakukan pemantauan sambil berjalan. Sementara petugas pemantau dilapangan yang mengamankan jalur untuk pertandingan tidak ada sama sekali. Sehingga siswa kami seakan berpacu  dengan maut, karena sebentar - sebentar mobil atau motor melintas dari arah belakang atau depan. Ini sangat membahayakan peserta”, ujar salah satu guru yang ikut mengawal siswanya.

Hasil pantauan dilapangan memang lomba lari JOMBOR RUN 2018 ini terkesan kurang persiapan. Penggunaan jalan umum untuk lomba tidak disertai dengan upaya pengamanan atau sterilisasi jalur yang baik. Sehingga antara pengguna jalan umum dan pelari berbaur menjadi satu tanpa ada pengawasan dari pantian. Petugas panitia hanya ada di pos tertentu. (get/now)


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...