Sungai Dengkeng Dan Rowo Jombor Siap Jadi Destinasi Wisata Air Klaten

KLATEN MATTANEWS.COMBupati Klaten Hj Sri Mulyani Jum’at pagi berkenan menghadiri sekaligus membuka sarasehan dan sosialisasi pelaksanaan pemeliharaan sungai Dengkeng. Acara yang digelar di desa Wiro, Kecamatan Bayat Klaten tersebut juga dihadiiri kepala balai besar wilayah sungai Bengawan Solo (BBWS) Roga serta Prof Suratman dari UGM Yogyakarta, para relawan, Srikandi sungai, ormas serta sejumlah pejabat.

Bupati Klaten Hj Sri Mulyani menyambut baik dengan terselenggaranya sarasehan sungai Dengkeng karena hingga saat ini ada sekitar 76 titik lokasi disepanjang tanggung sungai Dengkeng yang melintas di Klaten, kritis rawan jebol atau rusak. Sehingga dengan adanya sarasehan ini diharapkan kepedulian akan sungai dan kecintaan terhadap lingkungan yang ada pada masyarakat semakin tinggi dan peka.

“Saya ucapkan terima kasih pada BBWS Solo dan para relawan semua yang peduli terhadap kelestarian sungai di Klaten khsususnya sungai Dengkeng, yang merupakan salah satu sungai yang bermuara di sungai Bengawan Solo. Dan saya berharap dengan kegiatan ini akan semakin menambah kepedulian warga Klaten, khsususnya yang berada disepanjang aliran sungai untuk semakin peduli yerhadap kelestarian sungai beserta eko sistemnya”, harap Bupati.
 
Bupati Klaten Hj Sri Mulyani saat naik getek di Rowo Jombor
Dengan demikian lanjut Bupati Klaten, pada saat musim hujan warga yang tinggal di sepanjang Sungai Dengkeng dapat nyaman. Karena warga ikut menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah di sungai. Apalagi di Klaten saat ini sudah terbentuk sekolah sungai yang menjadi rujukan nasional. Maka saya berharap masyarakat Klaten tetap menjaga kebersihan sungai dan menjadi percontohan masyarakat peduli sungai di tingkat Nasional. 

“ Tidak hanya sungai Dengkeng, namun keberadaan Rowo Jombor juga menjadi skala prioritas untuk diperbaiki, sehingga kelak Rowo Jomor dapat menjadi destinasi wisata seperti dulu lagi. Dan ini akan kita sinergikan dengan wisata sungai Dengkeng yang merupakan hulunya sungai Bengawan Solo”, tandas Bupati.
 
Sementara Kepala BBWS Bengawan Solo, Roga mengatakan, tema sarasehan adalah gotong royong menuju sungai Klaten yang rahayu. BBWS Bengawan Solo mendukung kegiatan ini karena banyak titik-titik Sungsi Dengkeng yang tanggulnya kritis.
Menurut Roga, penanganan sungai itu mahal seperti perbaikan tanggul 300 meter saja habis Rp 4 miliar. Maka kegiatan relawan di Klaten menjadi pilot proyek untuk penanganan sungai di Indonesia. Saat ini BBWS Bengawan Solo mendapat anggaran Rp 13 miliar untuk tanggul dan juga mendapat proyek untuk bendungan.

Sedang Prof Suratman pada sarasehan tersebut mengatakan, sungai adalah nafasnya bumi dan jalan kehidupan. Dan Klaten telah menjadi pelopor sekolah sungai di Indonesia. Untuk itu warganya harus peduli dan mau merawat sungai termasuk waduk Rowo Jombor.
Untuk itu dirinya berharap di Klaten dibentuk relawan komonuita Sungai Dengkeng. 

“Sungai Dengkeng, dapat dijadikan wisata sungai yang bersinergi dengan keberadaan Rowo Jombor, maka adanya sponsor atau pengunaan dana desa yang tepat, bukan tidak mungkin dapat memaksimalkan sungai Dengkeng dan Rowo Jomor sebagai obyek wisata andalan Klaten”, tegasnya (mas/red). 


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...