Persagi Klaten Gelar Bakti Sosial Penyuluhan Tentang STUNTING Di Socokangsi.

Penimbangan bayi oleh ketua Persagi Klaten
KLATEN MATTANEWS.COMDalam rangka memperingati hari gizi Indonesia ke 58, Persagi (Persatuan Ahli Gizi) Kabupaten Klaten menggelar berbagai kegiatan penyuluhan kesehatan pada masyarakat. Kegiatan terakhir yang dilakukan ialah melakukan bakti sosial tentang bahaya STUNTING (kekerdilan).

Dengan mengambil tema mewujudkan kemandirian keluarga dalam 1000 hari pertama kehidupan untuk pencegahan stunting, Persagi Klaten memberi konseling tentang gizi ibu hamil, cara pembuatan makanan pendamping ASI yang benar dan sehat, pemberian makanan bergizi, cara menyusui yang benar serta kegiatan pemutaran film kesehatan dan diskusi. Selain itu dalam Acara yang digelar di aula balai desa Socokangsi Kamis (1/3) tersebut dilakukan pula pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas) yang berguna untuk mengetahui status gizi ibu hamil dan bayinya.


Sekitar 150 ibu muda pasangan usia subur, ibu hamil serta para pengurus dan anggota penggiat kesehatan desa tampak antusias mengikuti kegiatan sosial Persagi Klaten yang menerjunkan sekitar 40 anggotanya. Dalam acara ini mereka mendapat tambahan pengetahuan tentang kesehatan khususnya bagaimana cara merawat kesehatan anak sejak masih dalam kandungan hingga umur 2 tahun. Selain itu mereka juga semakin tahu bagaimana cara menyajikan makanan pada ibu hamil serta anak ketika masih balita dengan asupan gizi yang seimbang dan benar.
 
Sajian makanan sehat dan bergizi
Ketua Persagi Klaten Nurhayati SST didampingi Ketua bidang pengabdian masyarakat Persagi Klaten Veronica Retno Setyaaningsih MMR menjelaskan kegiatan sosial diSokocangsi merupakan rangkaian dari beberapa kegiatan sosial lain yang sudah digelar sejak tanggal 21 Januari lalu. Seperti pemasangan spanduk, senam dan konseling serta pemberian tablet tambah darah bagi remaja, penyuluhan tentang Stunting di beberapa stasiun radio dan media massa.

“Untuk di Socokangsi kita fokus pada penyuluhan dan konseling tentang bahaya stunting atau kekerdilan dengan cara memberi pengetahuan pada masyarakat bagaimana cara mewujudkan kemandirian keluarga dalam 1000 hari pertama, dimana diusia tersebut merupakan masa-masa emas pertumbuhan anak untuk menjadi anak yang sehat”, ujar Nurhayati.   

Sementara itu Veronica Retno menambahkan, sajian makan yang sehat dan baik untuk disajikan pada ibu hamil dan balita tidak harus mewah dan mahal. Yang penting harus memenuhi unsur gizi seimbang dimana dalam makanan terkandung zat vitamin dan mineral, energi, lemak serta protein. Dan itu bisa didapat dari makanan yang sehat seperti tahu tempe, ikan, daging telur sayur sayuran dan buah.
 
Ibu muda,PKK dan anggota Posyand
Terkait Stunting sendiri Retno menambahkan Stunting bisa terjadi pada anak karena beberapa faktor seperti salah pola asuh anak, dimana orang tua tidak pernah memperhatikan kandungan gizi yang diberikan pada anak, cacingan pada anak yang mengakibatkan pertumuhan anak terhambat (kerdil) serta terkena anemia. Untuk itu Retno menghimbau agar masyarakat selalu berperilaku sehat dengan membiasakan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergzi baik dan sehat.

“Makanan sehat tidak harus mahal dan mewah. Tapi ketika beberapa unsur sudah tercukupi seperti, mineral, vitamain, protein dan lemak serta energi sudah terkandung itu sudah baik dan bisa dikatakan gizi seimbang”, ujarnya(neo) 

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...