Begal Di Ngelengkong, Membuat Warga Klaten Semakin Takut Keluar Malam.

KLATEN MATTANEWS,COM -  Jatuhnya korban aksi pembegalan yang terjadi Selasa malam sekitar pukul 22.15 (13/2) di sebuah jalan desa tepatnya dukuh Ngelengkong, Desa Nanggulan, Kecamatan Cawas Klaten, jawa Tengah, membuat sebagian warga Klaten semakin “takut” untuk berpergian dimalam hari. Ancaman geng KLITIH yang sempat meresahkan beberapa warga akhir akhir ini saja, sudah membuat warga ketakutan, apalagi dengan terjadinya aksi begal oleh pelaku berkendaraan motor Yamaha RX KING.

Aksi geng KLITIH beberapa waktu lalu cukup membuat sebagian warga Klaten “takut” keluar malam. Operasi dan patroli terhadap geng yang sering berbuat onar dan kriminal tersebut memang cukup membuat warga sedikit lega dan aman. Namun aksi pembegalan di Cawas kemarin, membuat sebagian warga Klaten kembali takut untuk pergi dimalam hari karena merasa tidak aman.
Animasi aksi begal yang menjarah korbannya.

Aksi begal sadis yanga terjadi di jalan Cawas – Gunungkidul tepatnya di dukuh Ngelengkong menimpa Bani Wahyu (25), warga Desa Mireng, Kecamatan Trucuk Klaten. Akibat peristiwa tersebut korban mengalami luka sekujur tubuh dihajar kawanan begal serta uang sebesar Rp 3 juta yang dibawa kabur pelaku.

Malam itu Selasa malam korban bermaksud kerumah saudaranya di Gunung Kidul. Yang bersangkutan sengaja lewat jalan tersebut karena merupakan jalan pintas yang paling dekat. Namun sebelum melanjutkan perjalanan seekitar jam 21.30 korban berhenti di Pedan untuk mengambil uang di ATM. Setelah itu dia melanjutkan perjalanan tanpa rasa curiga.

Sampai di lokasi kejadian HP korban berbunyi, namun saat dirinya menepikan kendaraannya untuk erhenti, tiba-tiba ada seseorang yang langsung membonceng kendaraannya sambil menodongkan pistol dilehernya. Tampaknya pelakau sudah membututi sejak korban berada di ATM.

Menurut saksi ada 4 orang pelaku yang mengendarai motor jenis Yamaha RK KING dalam aksi tersebut. Mereka beroncengan dan langsung melakaukan penodongan pistol erta senjata tajam sesaat setelah korban berhenti. Artinya sejak awal mereka telah membututi korban.

Dibawah ancaman pisau dan pistol korban dibawa kejalan tenegah sawah dan dihajar hingga babak belur. Beberapa sabetaan senjata tajam pelaku berhasil ditangkis dan hanya jaket yang sobek terkena sabetan pisau. Usai menghajar korban salah satu pelaku langsung mengambil dompet yang berisi uang. 

Usai melakukan aksinya apara pelaku kabur keselatan arah Gunung Kidul. Ada dugaan pelaku sengaja menghilangkan jejak dengan kabur menuju arah Gunung Kidul. Sementara Subani dengan susah payah berhasil minta pertolongan warga terdekat dan selanjutnya dibawa rumah sakit terdekat.

“Saya yakin pelaku yanag kabur kearah gunung kidul hanya upaya menghilangkan jejak. Saya yakin pelaku sudah kenal korban dan telah membuntuti sejak korban mengambil uang di ATM. Apalagi yang bersangkutan disergap saat menerima telepon. Bisa jadi yang menelpon adalah temen pelaku, agar korban berhenti. Saya berharap pelaku segera dapat diringkus, karena keberadaan mereka selama ini sudah cukup meresahkan warga”, harapnya. 

Sementara sumber di Kepolisian  menjelaskan, saat ini satuan serse telah diterjunkan untuk memintai keterangan korban dan saksi guna meringkus pelaku, serta menelusuri kebenaran kejadian tersebut. Mudah mudahan dari keterangan korban kita bisa meringkus pelaku secepatnya", ujar sumber.(neo)


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...