Arogansi Pengurus RW, Erma Dikucilkan Karena Tidak Mencoblos Calon Dalam Pilkades.

KLATEN MATTANEWS.COM Aksi diskriminasi, berbau sara ternyata tak hanya ada pada Pilpres, Pilkada atau Pilgub. Di Klaten Jawa Tengah hanya gara gara tidak memilih salah satu calon dalam Pilkades, Erma Elianti Yusnida warga dukuh Jomboran, Desa Tijayan, Kecamatan Manisrenggo, Klaten Jawa Tengah menjadi korban kesewenang - wenangan oknum tokoh masyarakat setempat dan dikucilkan dari segala kegiatan sosial.
Karena ulah arogansi para oknum pengurus kampung yang saat itu ditandatangani oleh ketua RW dan RT setempat, akhirnya Erma menempuh jalur hukum. Dirinya menunjuk seorang pengacara dan membawa kasusnya ke ranah hukum karena merasa hak asasinya nya telah dirampas.
 
Ermi warga yang dikucilkan pasca Pilkades
Menurut Ermi seperti tertera dalam surat pernyataan yang ditandatangani ketua RW setempat, pada pertengahan tahun 2017 lalu di desanya telah dilangsungkan pemilihan Kepala desa. Namun dalam proses menjelang pencoblosan muncul surat yang berisi sebuah ultimatum bagi siapa saja warga yang tidak memilih calon tertentu akan dikucilkan dan diberi sangsi sosial, mulai dari masalah hajatan, kenduri, meninggal dunia serta kegiataan sosial lainnya, dimana warga tidak akan datang membantu.

Dan sangsi serta ultimatum yang ditandatangani oleh RT dan ketua RW tersebut telah menimpa dirirnya, karena dia tidak memilih caalon kepala desa dimaksud. Puncaknya pada saat ada peringatan 40 hari kematian keluarganya, tidak ada satupun warga yang berani datang membantunya.  

Karena adanya aksi diskriminatif yang dilakukan oleh beberapa oknum tersebut dirinya menggunggah surat tersebut dan akhirnya menjadi viral di media sosial. Dan guna mendapatkan haknya kembali, dirinya menunjuk pengacara dan membawa kasus tersebut keranah hukum.

Sementara menurut Semiyanto sebagai ketua RW 1 dukuh Jomboran yang mewakili warga mengatakan surat tersebut sudah dibatalkan dan tidak berlaku sejak sebelum pelaksanaan Pilkaddes di desanya. Menurutnnya selama ini warga Jomboran tidak pernah membeda-bedakan semua warga pasca Pilkades.(aji)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...