Warga Sobrah Gede Klaten Berhasil Tangkap "Lingsang" Masjid.



Kotak infak yang dibobol "lingsang"
KLATEN MATTANEWS.COMR.Arif (19) warga dukuh Nglebak, Desa Krakitan, kecamatan Bayat Klaten Jawa Tengah, Senin malam (11/12) sekitar pukul 21.30 berhasil dibekuk warga desa Sobrah Gede, kelurahan Buntalan, Klaten Tengah karena kepergok saat mengambil uang infak masjid Fadillah Sobrah gede.

Warga yang sudah geram sejak lama, karena kotak infak sering dibobol pencuri langsung menghadiahi bogem mentah ketubuh tersangka hingga babak belum. Beruntung aparat segera datang ke lokasi, sehingga nyawa pelaku bisa diselamatkan. Dari tangan tersangka warga berhasil menyita uang sejumlah Rp 470 ribu dan satu palstik uang recehan.  Sementara sepede ontel jengki milik pelaku hingga kini masih disimpan dirumah warga.

Haji Mahmud tokoh masyarakat setempat mengatakan malam itu warga curiga dengan adanya sebuah sepeda ontel yang diparkir dipagar masjid. Namun dirinya tak menyangka jika didalam masjid pemilik sepeda tengah “membobol” kotak infak.

Warga baru sadar jika pemilik sepeda yang sempat pamitan adalah pencuri, setelah ada warga lain yang datang dang mengatakan jika orang tersebut baru saja keluar dari masjid setelah membuka paksa kotak infak dengan cara menggergaji gembok. Saat itu juga warga mengejar pelaku dan berhasil menangkap di dukuh Gemolong tak jauh dari masjid.
Sepeda jengki butut milik pelaku
Hasil pengakuan sementara tersangka terpaksa melakukan karena tidak punya uang. Namun dari keterangan beberapa warga sekitar, pelaku pernah dipergoki di dukuh Sobrah CLor namun dilepas lagi karena diduga menderita gangguan jiwa. “ 4 kali lebih masjid kami kebobolan kotak infak. Maka jika saat ini warga melampiaskan kejengkelannya, bisa dimaklumi mas”, ujarnya.

Dari catatan yang ada akhir-akhir ini di wilayah kelurahan Buntalan mememang sering terjadi “pencurian” dimasjid masjid yang dianggap sepi. Beberapa waktu sebelumnya kejadian menimpa masjid di dukuh Buntalan, Sobrah Lor dan terakhir terjadi di Masjid kampung Baru Permata Hijau RW 12 Kelurahan Buntalan, dimana dua pelaku berhasil membawa seperangkat sound sistym senilai Rp 2,9 juta.

Sementara dari data dilapangan, pelaku yang sehari hari bekerja mencari keroto (anak semut) untuk dijual, memang dikenal sedikit mengalami gangguan jiwa. Pernah yang bersangkutan kepergok saat beraksi dan dibawa ke kantor polisi, akhirnya dilepas lagi karena memang mengalami gangguan jiwa.(m1)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...