Sluman Slumun Slamet. Surti Pimpin BKD, Nardi Balik Kandang.Sahruna "Masuk Kotak"

KLATEN MATTANEWS.C0MNyaris tanpa suasana hingar bingar dan luput dari sorotan media, pelantikan pejabat eselon II di jajaran Pemkab Klaten berjalan mulus tanpa hambatan. 11 Pejabat eselon II di Klaten dilantik bupati Klaten Hj Sri Mulyani di pendopo komplek makam Ki Ronggo Warsito, Palar, Trucuk, Klaten Jawa Tengah Jum’at pagi (22/12) bertepatan hari Ibu.

Dalam proses mutasi tersebut Kepala Inspektorat Klaten Sahruna “diminta” untuk ngurusi buku di Perpustakaan  yang berkantor di bekas kantor kawedangan kanjengan kota. Sementara Surti yang sempat “nyantol” di Dinas KPT mendapat kursi empuk menggantikan Sartiyasto sebagai kepala Badan kepegawaian Daerah (BKD). Sementara pejabat lama menduduki jabatan barunya  sebagai kepala Dinas tenaga kerja.

Sedang mantan Kepala dinas kesehatan yang juga staf ahli Bupati dr Ronny Roekminto oleh Bupati dipercaya menjabat sebagai asisten 1 yang membidangi pemerintahan yang ditinggalkan Edy Hartanto karena menjabat sebagai Sekretaris Dewan mengisi kekosongan karena ditinggal Sapto Aji yang meninggal beerapa bulan lalu.
 
Sunardi kembali jabat Kepala Dinas Pendidikan Klaten
Untuk jabatan Kepala Dinas pendidikan, Bupati Hj Sri Mulyani lebih mempercayakan kepada Sunardi mantan Kepala Dinas pedidikan yang lama untuk kembali ke kandang menggantikan Pantoro yang harus ngurusi dunia pariwisata Klaten sebagai Kepala Dinas pariwisata. Sedang kepala dinas pariwisata yang lama Joko Wiyono ditarik masuk menjadi staf ahli Bupati bersama Kepala Dinas Pertanian wahyu. Jabatan Kepala Dinas pertanian sendiri untuk sementara dipegang seorang plt.

Dan untuk kesekian kalinya Purwanto Anggora yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan ditarik kembali masuk njeron beteng menjabat sebagai Asisten II, menggantikan Slamet Widodo yang kini menduduki jabatan barunya sebagai Kepala Dinas Perhubungan Klaten.

Dari hasil mutasi yang berlangsung dengan menggunakan pakaia adat Jawa memang cukup profesional dan proposional. Namun pertaanyaan muncul pada sosok Surti yang mulus melenggang menjadi orang nomor satu di BKD. Karena menurut beberapa sumber yang bersangkutan diduga pernah berurusan dengan BPK saat masih menjabat sebagai Kepala Bapeda, dimana ada temuan yang merugikan negara dan harus mengembalikan sejumlah uang ke kas negara. 

“Untuk nama dengan posisi jabatan yang baru cukup profesional dan proposional walau ada beberapa yang janggal. Dan khusus jabatan baru ibu Surti cukup mencengangkan kita semua. Terlepas dia dulu diduga pernah punya “masalah”, saya kira kecakapan dia masih sangat kurang”, ujar salah satu sumber. (mt1)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...