"Rebutan Kursi Wakil". Muncul Issu "Orang Luar" Akan Dampingi Hj Sri Mulyani.

KLATEN MATTANEWS.COMHj Sri Mulyani baru saja dilantik sebagai Bupati Klaten hingga tahun 2021 menggantikan Hj Sri Hartini. Siapa yang akan duduk sebagai wakil Bupati mendampingi beliau hingga saat ini masih belum ada yang pasti,  semua masih misterius.

Sebelum ada pelantikan, rumor siapa yang akan mendampingi Hj Sri Mulyani sebagai orang nomor satu di Klaten cukup santer dan membuat suhu politik di Klaten lumayan memanas. Nama nama seperti Aries Widhiarto, hingga nama Yoga Hardoyo dari partai Golkar cukup menguat. Namun entah mengapa nama nama tersebut kembali hilang.
 
Kursi Tahta KW2. yang masih kosong.
Kini jelang pelantikan dan pasca pelantikan Hj Sri Mulyani rumor siapa wakil Bupati mendatang kembali menghangat. Ada nama Aris Prabowo, Joko Karyono serta Edi Sasongko yang masih kerabat dari keluarga Bupati, disebut sebut sosok layak mengisi kursi wakil. Namun perkembangan terakhir muncul lagi rumor jika wakil Bupati Klaten Hj Sri Mulyani nanti adalah sosok “orang luar” yang sudah paham betul tentang Klaten dan sejalan dengan visi dan misi Bupati.

Siapapun nanti yang akan menjadi wakil Bupati daan darai partai mana bukan sebuah persoalan besar, selama yang bersangkutan cakap, layak mau bekerja dan mampu bersinergis dengan Bupati tidak masalah. Walau disini PDI Perjuangan Klaten dan Nasdem partai yang paling berhak “memilih dan menentukan” karena sebagai partai pengusung.

Beberapa tokoh PDI Perjuangan Klaten mengatakan, kursi wakil Bupati adalah hak paartai PDI Perjuangan dan nasdem, karena sebagai partai pengusung pada Pilkada lalu. Untuk itu kecil kemungkinan jika ada “orang luar” yang akan melenggang duduk di kursi tersebut. PDI Perjuangan Klaten tetap akan mencari dan memilih sosok figur kader partai yang loyal, berdedikasi, jujur, mau erja keras dan bisa bersinergis dengan Bupati terpilih.

“Jika selama ini muncul nama Edy Sasongko yang kini menjadi anggota DPRD Klaten dari fraksi PDI-P atau calon dari luar, biarkan saja. Yang jelas kami selaku kader partai ingin PDI Perjuangan Klaten jangan salah pilih. Saya berharap ketua DPC PDI Perjuangan Klaten bijak, cermat dan peka terhadap kondisi Klaten, sehingga nama yang akan diajukan sebagai  calon wakil Bupati sosok kader militan yang kredibel, jujur, cakap, mau bekerja, jujur dan memiliki elektabilitas tinggi”, ujarnya.    

Kursi wakil Bupati Klaten saat ini memang menjadi “terminal strategis” jika ingin menjadi orang nomor satu di Klaten. Karena jika Sunarno ketua DPC PDI Perjuangan Klaten yang juga ikut mendaftar sebagai Gubernur Jawa Tengah dapat rekomendasi dan terpilih, maka mau tidak mau Bupati Hj Sri Mulyani akan melepaskan jabatan Bupatinya dan mendampingi sang suami menjadi Gubernur Jawa Tengah. Dan otomatis sang wakil akan menjadi Bupati Klaten dan bisa menjagokan kembali di priode selanjutnya.

Inilah yang membuat perebutan kursi wakil Bupati Klaten cukup sengit dan ketat. Disini perlu kearifan sosok ketua DPC serta para kader partai berlogo banteng moncong putih. Karena jika tidak hati hati dan tidak mengemas maka bukan tidak mungkin PDI Perjuangan Klaten akan tercerai berai. (red)


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...