Warga Demak Ijo Gelar Kirab Gunungan Dan Festival Seribu Caping.

Kirab gunungan hasil bumi warga Demakijo
KLATEN MATTANEWS.COMRibuan warga desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko, Klaten Jawa Tengah menggelar festival seribu caping. Selain festival warga juga melakukan kirab budaya berupa gunungan hasil bumi seperti sayuran, buah-buahan dan lainnya dalam rangka mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan rejeki yang telah dirasakan selama ini.

Didomoinasi peserta ibu-ibu kirab dan kaum remaja putri peserta dengan menggunakan pakaian adat jawa dan memakai caping mengelilingi desa Demakijo, sebelum gunungan dibawa ke balai desa. Menyertai iring-iringan peserta kira dan festival, beberapa kesenian asli daerah seperti jatilan, gamelan serta kesenian lain disuguhkan guna menyemarakkan suasana.

Usai dikirab dan didoakan tokoh masyarakat setempat, gunungan yang usai dikirab langsung diserbu pengunjung. Mereka berebut gunungan dengan tujuan “ngalap berkah” agar hasil panen tahun depan dan rejeki lancar dan melimpah.

Ketua panitia Yusuf Rohmadi menjelaskan kirab dan festival caping dilakukan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur warga atas semua limpahan rejeki dari Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hasil panen warga memuaskan dan baik. Selain itu festival caping dilakukan agar warga tidak lupa jika caping merupakan topi warisan nenek moyang yang identik dengan kehidupan petani di sawah atau tegalan.
Ibu ibu warga Demakijo peserta festival seribu caping
“ Ini merupakan ujud dan ungkapan rasa syukur kami atas Karunia Tuhan yang begitu melimpah pada kami, sekaligus melestarikan budaya nenek moyang agar tidak hilang digani budaya bangsa lain. Caping adalah sosok topi yang identik dengan keberadaan para petani disawah atau tegalan, apalagi bentuknya yang lancip ketas, mengandung makna jika tujuan hidup kita selalu menuju pada Tuhan Yang Maha Esa”, ujarnya.

Camat Karangnongko Drs Djoko Supriyanto mengapresiasi kegiatan budaya yang dilakukan warga desa Demakijo. Menurut Djoko kegiatan budaya dengan latar belakang peninggalan nenek moyang dan memiliki nilai nilai luhur perlu dilestarikan agar tidak hilang musnah tergerus budaya bangsa lain.

”Kami sangat mendukung dan meminta agar festival tersebut bisa dijadikan kalender rutin yang diadakan tiap tahun, dengan tujuan agar anak anak generasi muda tidak lupa, jika memiliki tradisi budaya yang adi luhung penuh dengan nilai nilai filasat tinggi, dimana nenek  moyang kita dahulu sebagian adalah petani tradisional yang gigih dan tangguh”, ujarnya.

Plt Bupati Klaten menyambut baik dengan diadakannya festival seribu caping di dea Demakijo Karangnongko. Menurut Hj Sri Mulyani kegiatan tersebut salah satu bentuk kepedulian warga dalam melestarikan budaya nenek moyang dalam mempererat kebhenikaan dalam keberagaman dalam menyatukan bangsa ini.(adv)


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...