Sebar Apem Di Saparan Yaqowiyyu Masih Miliki Daya Tarik, Walau Mulai Surut Pengunjung.


Ribuan massa berebut apem "Bertuah" disaparan jatinom
KLATEN MATTANEWS.COMKabupaten Klaten Jawa Tengah masih cukup bangga dan menaruh harapan besar dengan adanya ritual budaya sebar apem di perayaan Yaqowiyyu yang selalu diadakan pada hari Jum’at pada bulan Sapar setiap setahun sekali. Walau jumlah pengunjung tiap tahun menunjukkan grafik menurun, namun dibanding dengan perayaan budaya tradisional yang ada di Klaten, tinggal perayaan Saparan Yaqowiyyu yang masih mampu menyedot ribuan pengunjung. Ini tentunya menjadi PR bagi jajaran petingggi di Klaten untuk melakukan terobosan dan inovasi kreatif agar warisan leluhur mengenang tokoh penyeebar Islam di tanah Jawa yakni Ki Ageng Geribiq tidak punah diteelan jaman.
Ribuan orang berjejal dari segala penjuru memenuhi Oro-Oro Tarwiyah, di komplek makam Ki Ageng Gribig, di Jatinom, Klaten, Jum’at, (03/11). Mereka jauh-jauh datang dengan keinginan ngalab berkah ikut berebut 5 Ton apem yang disebar dan disediakan oleh panitia pada puncak perayaan Yaqowiyyu tahun ini.
Setiap pertengahan bulan Sapar, usai sholat Jum’at, tradisi Saparan sebar apem yang sudah turun temurun dilaksanakan ini, selalu dibanjiri warga masyarakat dari berbagai penjuru kota. Tidak hanya warga tetangga Klaten saja, melainkan mereka ada yang datang dari jawa timur, semarang dan dari wilayah Jawa Tengah lainnya.
Gunungan apem sebelum disebar di oro-oro ombo
Apalagi pada perayaan tradisi Yaqowiyyu sebar apem kali ini dihadiri oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga R Hartarto, Putra daerah, Trah Keturunan Jatinom dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.   Prosesi tradisi sebaran apem dimulai dengan arak-arakan dua gunungan apem di kirab dari pendopo Kecamatan Jatinom menuju  Masjid Alit, kemudian di inapkan di Masjid Besar Ki Ageng Gribig, selanjutnya seusai Sholat Jum’at, dua Gunungan Apem dibawa  menuju panggung Oro Oro Tarwiyah. Sebelum disebar untuk diperebutkan warga, gunungan apem tersebut terlebih dahulu didoakan oleh ulama setempat.
Diawali oleh Gubernur Ganjar Pranowo, gunungan apem mulai disebar untuk diperebutkan warga. Selanjutnya Menperin Airlangga R Hartarto, Plt Bupati Klaten Sri Mulyani dan jajaran Muspida Klaten serta jajaran Muspika Kecamatan Jatinom. Setelah dua Gunungan Apem habis disebar, kemudian disusul sebaran apem dari dua menara yang terletak di tengah Oro Oro Tarwiyah.
Terkait, Camat Jatinom, SIP Anwar ketika dikonfirmasi mengatakan, seperti tahun sebelumnya, kali ini  apem yang disebar mencapai berat sekitar 5 ton. Adapun keseluruhan apem yang disebar itu murni dari sumbangan segenap masyarakat Kecamatan Jatinom.
Warga masyarakat sadar bahwa dengan membuat dan menyumbangkan apem untuk disebar adalah bagian dari nguri-uri ini tradisi, sekaligus untuk mengenang jasa dan perjuangan menyebarkan agama di wilayah Klaten, dan khususnya di daerah Jatinom pada masa itu oleh Ki Ageng Gribig.“ Ini apem sumbangan sukarela dari segenap masyarakat Jatinom,” kata SIP Anwar.
Sementara itu, terkait suka duka ikut berebut apem dituturkan Daryanto (48) dan istrinya Istiyanti (43) suami istri itu jauh-jauh  datang dari Genuk, Semarang, tujuannya selain berziarah dan ngalab berkah di bulan sapar ke makam Ki Ageng Gribig, juga tertarik untuk berebut apem yang konon apem yang didapat dari hasil rebutan,  bisa untuk tolak balak.
“Hanya dapat empat apem mas, dua sudah saya makan dengan istri, dan masih dua nanti untuk kedua anak saya. Terpaksa nanti kita  pulang beli oleh-oleh apem dari pedagang yang ada disepanjang jalan depan Masjid Besar Ki Ageng Gribig. Karena menurut keyakinan apem Yaqowiyyu ini dipercaya bisa membawa berkah juga untuk tolak balak ” ujar Daryanto yang di iyakan Istrinya(adv/red)


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...