Perseteruan Ojek Online VS Konvensional Mulai Merembet Ke Klaten. Teknologi koq Dilawan.

Mediasi online vs  konvensional
KLATEN MATTANEWS.COMPerselisihan ojek online dengan ojek konvensional yang kerap terjadi di kota kota besar di Inodnesia kini tampaknya mulai merembet ke kota Klaten Jawa Tengah, selain munculnya spanduk larangan ojek online beroprasi di tempat tepat tertentu, aksi adu mulut Selasa siang (14/11) terjadi antar keduanya. Puluhan anggota ojek online akhirnya mendatangi Mapolsek Klaten kota karena diancam oleh para pengemudi ojek konvensional di kawasan stasiun kereta api Klaten.

Ketegangan berawal dari ojek online yang mengambil penumpang di sekitaran stasiun Klaten dengan jarak yang sudah cukup jauh. Namun kejadian tersebut tidak bisa diterima para pengemudi ojek konvensional, sehingga terjadi ketegangan dan adu mulut. Merasa diancam oleh para pengemudi ojek konvensional yang mangkal di stasiun kereta api, puluhan ojek online segera mendatangi Mapolsek Kota guna mengadukan kronologi kejadian tersebut.
  
Ketegangan serta adu mulut yang terjadi di Mapolsek kota saat terjadi mediasi akhirnya mampu diredam, setelah keduanya sepakat untuk melakukan penandatangan kesepakatan. Hasil perjanian petugas akan menindak siapa saja yang melakukan pelanggaran atas kesepakatan tersebut.

Salah satu point dalam kesepakatan tersebut antara lain, ojek online hanya boleh mengambil penumpang dengan jarak 500 meter dari tempat yang telah ditentukan. Kesepakatan tersebut diambil dan ditetapkan oleh Dinas Perhubungan sebagai alternatif jalan tengah yang tidak saling merugikan.

Sementara itu salah satu sumber sangat menyayangkan adanya aturan dan larangan bagi para pengguna jasa berbasis teknologi online. Menurutnya teknologi diciptakan untuk memudahkan manusi dalam melakukan sesuatu dalam segala hal. Sebagai contoh dari telepon duduk menjadi handphone atau mesin ketik manaual menjadi laptop. Sama halnya dengan layanan online.

“Saya heran pada mereka wong kecanggihan teknologi untuk kemajauan koq dilawan atau dibatasi. Harusnya mereka yang konvensional mengikuti perkembangan teknologi. Teknologi tak bisa dihambat dia akan terus berkembang mengikuti jaman. Semua birokrasi pakai online, belanja pakai online, itu karena kebutuhan. Lha kok taksi dan ojek online dilarang ini khan aneh. Apa dijaman transpotasi yang sudah memasuki era jet super sonik kita harus kembali pakai gerobak sapi”, ujarnya kethus. (aji)



Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...