Panen Perdana Pertanian Modern Di Kalikebo Capai Rp 30 Juta/Hektar

Suasana panen perdana di Kalikebo
KLATEN MATTANEWS.COM - Mewakili plt Bupati Klaten Hj Sri Mulyani Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Haji Slamet Widodo mengawali Panen Padi Perdana Pengembangan Pertanian Modern di dukuh Bawukan desa Kalikebo kecamatan Trucuk Klaten, Jawa Tengah. Hadir dalam acara tersebut kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisme Pertananian Kementrian Republik Indonesia, Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Jateng, serta Kepala Dispertan Klaten Wahyu Prasetyo.

Kepala desa Kalikebo Agung Nugroho ditemui ditengah acara berlangsung mengemukakan,  kegiatan penanaman padi Pengembangan Pertanian Modern diwilayahnya dilakukan bekerja sama dengan BPP Mektan RI. Budidaya tanaman  padi varitas Ciherang dilahan seluas sepuluh hektar tersebut ,  diawali penanamannya  pada awal Agustus 2017 atau sekitar seratus hari yang lalu. ‘’ Penanaman padi pengembangan pertanian Modern tersebut memanfaatkan peralatan mesin pertanian Modern ( tidak menggunakan tenaga manual) ‘’ ujarnya.

Menurut Agung Nugroho, lahan pertanian diwilayahnya keseluruhan mencapai sekitar 100 hektar namun untuk uji coba pengembangan pertanian modern baru sekitar 10 hektar. Karena pertanian yang ada diwilyahnya memanfaatkan jaringan irigasi tehnis, maka sepanjang tahun ditanami padi, dimana pada musim Tanam ke tiga produksi panen mampu mencapai sekitar delapan ton/ hektar atau setara dengan taksiran harga berkisar Rp. 30 juta.

Hingga saat ini lanjut Agung yang menjadi problem bagi para petani atau kelompok tani ialah keterbatasan dana, sehingga Gapoktan tak mampu membeli harga gabah dari petani dengan harga tinggi.”hingga saat ini masalah modal masih menjadi kendala klasik yang kami hadapai”, ujarnya.
Potong tumpeng sebelum acara panen perdana

Plt Bupati Klaten Hajah Sri Mulyani dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Ekonomi pembangunan  Setda haji Slamet Widodo mengatakan, Klaten dengan luas lahan sawah mencapai sekitar 33.111 hektar menjadi salah satu Lumbung Pangan di Jawa Tengah. Sejak tahun 2015 Klaten melaksanakan program upaya khusus peningkatan produksi padi, Jagung dan Kedelei (UPSUS PAJALE), ditempuh melalui peningkatan luas tanam dan peningkatan produktifitas.

‘’ Upaya tersebut diharapkan alkan mengoptimalkan hasil panen yang muaranya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat disektor pertanian ‘’ tandasnya,. 

Dalam kesempatan tersebut diserahkan pula piala dan piagam perghargaan Lomba Tanaman Refogia tingkat kabupaten Klaten tahun 2017. Dengan urutan Juara I hingga III Kelompok Tani Murih Raharjo ( desa/kecamatan Juwiring), Mardi Rahayu ( Desa Trotok kecamatan Wedi), Dadi Mulyo ( desa Tumpukan Karangdawa ). Penerima yang lain adalah pemenang harapan I hingga harapan V. (mas)
https://ssl.gstatic.com/ui/v1/icons/mail/images/cleardot.gif
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...