Degradasi Lahan Yang terus Terjadi, Membuat Sektor Pertanian Tak Dilirik Lagi.

KLATEN MATTANEWS.COM - Senin (06/11) di gedung Wanita kabupaten Klaten diselenggarakan  Loka Karya Dewan Ketahan Pangan Kabupaten Klaten tahun 2017 Thema ’’ SERAP GABAH PETANI DALAM UPAYA PENINGKATAN KETAHAN PANGAN‘’. Kegiatan sehari diikuti 100 peserta diprakarsai Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Slamet Widodo, mewakili Pelaksana tugas bupati Klaten hj Sri Mulyani..

Kepala DKPP  Klaten, Wahyu Prasetyo mengatakan, loka karya dewan ketahanan pangan bertujuan untuk merumuskan kebijakan, mengevaluasi, membahas dan menetapkan langkah operasional dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Disamping itu juga sebagai forum diskusi/ komunikasi bersama untuk membahas  permasalahan dalam mewujudkan ketahanan maupun kedaulatan pangan.
 
Plt Bupati Klaten hj Sri Mulyani saat menikmati panen raya
Lebih lanjut, dikatakan kegiatan yang diikuti sekitar 100  peserta dari unsur penyuluh peranian, Koramil/Babinsa, Mitra Kerja Bulog dan lain-lain tersebut akan memperoleh penjelasan dari 4 nara sumber. Kepala Dispertan Prop Jateng yang diwakili Sadli Judul Program Dan Kebijakan Ketahanan Pangan Propinsi Jateng, Perum BULOG Subdrive Surakarta Judul Pengadaan Gabah/Beras  tahun 2917, Kodim 0723/Klaten Paparan Serapan Gabah, dan Kepala Dipsertan Klaten tentang Upaya Khusus peningkatan Produksik Pajale di Klaten .

Sementara Plt Bupati Klaten hj Sri Mulyani dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Ekonomi Pembangunan Setda,  Slamet Widada mengatakan, pertumbuhan penduduk dan pembangunan ekonomi memunculkan kompetensi penggunaan lahan untuk pertanian dan non pertanian, sehinggga konflik akan berkembang dan berdampak negatif terhadap keberkelanjutan lahan untuk pertanian. Degradasi lahan yang melebihi kelenturan dan kemampuan daya dukungnya menyebabkan produktifitas lahan menurun, sehingga usaha tani menjadi semakin tidak diminati.

Menurut Plt Bupati Klaten, Dewan ketahanan pengan harus mampu mejadi media komunikasi menyampaikan perkembangan ketahan pangan pada masyarakat luas. Maka untuk mewujudkan hal tersebut, perlu didukung sumber daya manusia yang cerdas, cepat dan tanggap sehingga dapat segera menyeleseikan permasalahan yang dihadapi dengan segera. 

Perum BULOG Subdivre Surakarta melalui Sasmita dalam paparannya menyebutkan, target pengadaan gabah/ beras Klaten per 3 Nopember 2017 adalah target setara GKP 72.736.000 dan Target Setara Beras 36.368.000. Realisasi hingga hari ini (06/11) 19.493.700 (53,60 prosen), dan persediaan stok beras 5.416.786 Kg Tonasae penyaluran Rastra 1.636.600 Kg dan pemnyluran lain-lain 520 Kg ketahanan stok 3,30 .
Kendala penyerapan pengadaan, dijelaskan Sasmito, dipengaruhi menurunnya harga harga 
Pokok Pmerintah (HPP) ( Rp. 7.300,00/Kg ) atau CSHP (Rp. 8.030) lebih rendah dari harga pasar. Sulitnya mendapatkan bahan baku gabah beras asalan untuk diproses menjadi beras stndart yang akan disetor ke BULOG. Disamping itu juga menipisnya stock beras yang ada dipenggilingan dan beberapa kendala yang lain (mas).
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...