Banjir Menerjang Klaten Di 5 Kecamatan.200 Jiwa Warga Melikan Bayat Terisolir.

Warga saat evakuasi bayi yang tejebak banjir
KLATEN MATTANEWS.COMHujan yang turun sejak hari Selasa (27/11) hingga Kamis (29/11) ternyata tidak hanya menggenangi ratusan hektar sawah di wilayah kecamatan Cawas Klaten Jawa Tengah dan 5 kecamatan lainnya. Di Desa melikan, kecamatan Bayat akibat hujan yang turun sejak 2 hari lalu tanpa henti membuat sekitar 73 kelapa keluarga dengan pendudduk sekitar 200 jiwa terisolir dari dunia luar. Selama 2 hari hingga kini mereka tak mampu melakukan aktivitas sehari hari, karena rumah terendam banjir hingga ketinggian 1,5 meter.

Guna menyelamatkan diri penduduk dibantu tim SAR Klaten, anggota BPBD,TNI dan polri terpaksa meninggalkan rumah mereka, mengungsi kerumah saudara atau tetangga. Warga dengan peralatan seadanya membuat perahu darurat yang terbuat dari bambu atau batang pohon pisang.

Joko Purwono Kadus setempat menjelaskan air yang menggenagi wilayaha mereka karena luapan sungai dengkeng dan anak sungai serta air yang berasal dari lereng pegunungan kapur yang berada diperbatasaan wilayah Klaten dan Gunung Kidul. Dalam hal ini pihaknya tidak bisa berbuat apa apa selain menunggu surutnya air jika hujan sudah mulai reda.

“Kebetulan wilayah kami termasuk dataran yang rendah sementara disebelahnya ada sungai besar. Sehingga luapan air masuk keperkampungan. Kondisi diperparah dengan mengalirnya air dari sungai yang berhulu disekitar pegunungan kapur perbatasan gunung kidul, maka otomatis wilayah kami seolah seperti tempat tampungan air”, ujarnya.

Sementara dari hasil pantauan dilapangan tampak warga selama dua hari tidak bisa melakukan aktivitas seharai hari. Anak-anakpun tidak bisa pergi kesekolah karena tingginya air hingga sepinggang orang dewasa.

Walau tidak sampai menimbulkan kerugian jiwa namun penduduk khawatir akan keselamatan ternak mereka yang ikut terendam dan tidak mendapat kosumsi makanan. Hal ini membuat warga cukup gelisah dan panik akan kehilangan harta bendanya.

Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan pemerintah desa dibantu tim relawan/SAR dan BPBD serta TNI Polri mendirikan pos posko pengungsian guna menampung semua laporan dan keluhan warga.(aji)


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...