Awasi Anak Saat main Gadget, Orang Tua Jangan Buta Teknologi

KLATEN MATTANEWS.COM - Memasuki era digital di semua bidang, Anak-anak, khususnya yang lahir 10 tahun terakhir bisa dibilang generasi digital yang tumbuh, dan berhubungan dengan dunia lewat smartphone, tablet, dan komputer. Unsur penting dalam generasi ini adalah layar, informasi, dan kecepatan.  

Penggunaan perangkat digital pada anak bisa berdampak positif dan negatif. Efek positif penggunaan perangkat digital pada anak yaitu pertama, terbiasa menggunakan teknologi. Kedua, stimulasi untuk perkembangan kognitif (termasuk problem solving). Dan ketiga, membangun kemampuan komunikasi (online).
Parenting di TK Thresia Wedi Klaten

Pernyataan ini disampaikan Dosen Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta Yohanes Heri Widodo, M.Si pada acara parenting yang diadakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Santa Theresia Wedi, Kabupaten Klaten di Balai Mandala, Wedi, Sabtu lalu.  

Sementara efek negatif penggunaan perangkat digital pada anak menurut Heri antara lain membahayakan perkembangan otak dan menghambat kemampuan sosio emosional anak, mengganggu interaksi anak dengan orang lain, menghambat aktifitas eksplorasi anak terhadap lingkungan sekitar.

Selain itu akibat efak digital juga berpengaruh  pada  kemampuan sensori dan visual motorik yang terhambat  anak, menghambat perkembangan kemampuan regulasi diri anak, serta menurunkan rentang perhatian untuk mampu fokus dan berkonsentrasi pada sesuatu.

"Disini peran  orang tua harus bijaksana pertama, menerima fakta datangnya era digitalisasi, agar  tidak buta teknologi serta mampu mengatur waktu dan ruang bebas smartphone pada anak dengan bijaksana dan tepat guna agar bisa menjadi “tuan” atas teknologi itu sendiri,” ujarnya.

Dosen Psikologi ini mengatakan, perlu ada rambu-rambu untuk anak saat menggunakan alat perangkat digital. Satu, perlu ada aturan smartphone adalah alat bukan mainan. Dua, etika dalam penggunaan. Tiga, jangan mengabaikan orang-orang di sekitar. Dan empat, kenalkan mengenai privasi. 

“Anak juga perlu dijelaskan privasi anak tidak berlaku untuk orangtua. Ingatkan anak untuk “pelan”. Kenalkan anak mengenai aspek permanen. Dan tekankan kualitas di atas kuantitas,” tandasnya.

Kepala PAUD Santa Theresia Wedi, Suster Margaretha AK menjelaskan, tujuan dari acara parenting ini untuk belajar bersama bagaimana mendampingi anak agar ada pemahaman yang sama antara guru dan orang tua. “Belajar itu bukan hanya untuk anak-anak saja. Tetapi juga untuk orang tua. Maka, kita (orang tua) juga harus belajar terus. Istilahnya, on going formasion,” kata suster.(kam)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...