Warung Apung Rowo Jombor Klaten " Tinggal Menunggu Waktu" Sepi Pengunjung.

KLATEN MATTANEWS.COMDalam setahuan terakhir ini dunia kuliner di Klaten maju begitu pesat. Hampir setiap sudut kota diseluruh wilayah Klaten berdiri rumah makan dengan aneka sajian menu makanan yang menarik dan lezat untuk dinikmati keluarga. Namun disaat pesatnya pertumbuhan kuliner di perkotaan kondisi memperihatinkan justru menimpa para pengusaha kuliner warung apung di obyek wisata Rowo Jombor Krakitan Klaten. Usaha warung apung yang sempat jaya beberapa tahu  lalu kini hidup enggan mati tak mau. Tiggal menunggu waktu untuk gulung tikar.
 
Sepi, suasana warung apung sepi pengunjung
Sepi dan terancam tutup itulah kondisi usaha warung apung Rowo Jombor saat ini. Dari puluhan warung apung yang ada kini tinggal beberapa yang mencoba untuk bertahan hidup. Pusat kuliner yang empat jaya di tahun 2000an ini kini benar benar sepi. Akhirnya banyak warung apung yang anting setir membuka uaha apancingan harian dengan tiket mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 25.000 sehari.Dari 20 warung yang masih bertahan saat ini lebih dari separo yang nyaris tak laku sama sekali.

Kondisi sepinya usaha kuliner warung apung Rowo Jombor dibenarkan oleh beberapa pemilik warung apung. Mereka sendiri tidak tahu penyebabkan dan mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi seperti itu. Akhirnya mereka mencoba untuk bertahan dengan membuka pancingan sebagai usaha alternatif untuk tetap bertahan.

“ Saat ini kondisi warung apung benar – benar dalam posisi pailit mas. Tidak ada sataupun orang yang jajan dalam sehari sudah hal biasa. Paling-paling kalau hari minggu masih ada satu dua pengunjung yanag datang. Sehingga jika dihitung dalam seminggu jumlah pengunjung yang mau jajan tak lebih dari 15 orang”, ujar salah satu pemilik warung.    

Saat ini sebenarnya para pengelola warung apung “sudah pasrah” jika Pemerintah ingin merevitalisasi dan melakukan penataan waduk seperti yang direncanakan dulu. Namun karena hingga kini belum terealisasi, maka mereka mencoba untuk bertahan hidup seadanya. “ Kita dalam posisi serba sulit mas. Mau membongkar warung apung dan dibuat lebih kecil dan praktis membutuhkan dana yang tidak sedikit. Jika dibiarkan seperti ini, warung sepi dana bangunan cepat rusak karena tak terawat”, ujarnya.  

Dari beberapa catatana dan hasil investigasi, ada beerapa faktor mengapa warung apung Rowo Jombor yang sudah cukup punya nama  kini tinggal kenangan. Pertama karena munculnya banyak kuliner di setiap daerah di Klaten dengan menu yang lebih lengkap dan suasana yang nyaman dan harga terjangkau. Kedua faktor kebersihan yang sering dikeluhkan pengunjung, karena warung apung terkesan kumuh karena limbah menjadi satu dengan air rowo. Ketiga harga yang mahal serta pelayanan yang tidak ramah, dimana sering pengunjung tidak jadi turun mobil karena “dicegat dan dipaksa” untuk turun dan masuk warung.

“ Bayangan kita jajan di warung apung bisa jajan dengan menikmati pemandangan dan bermain air di waduk. Tapi setelah sampai sini suasananya kok tampak kumuh dan tak ada kesan nyaman dan indah, seperti warung apung ditempat lain. Ditambah menu yang mahal dan pelayanan diluar sagat tidak ramah”, ujar salah satu pengunjung dari Semarang.
Waduk penuh eceng gondok dan kerambah ikan
Rowo Jombor yang dulu dikenal dengan getek bambu dan ferry bambu yang menyebrangkan wisatawan dari Pelabuhan ke pintu air di desa Krakitan kini memang tinggal kenangan. Banyaknya bangunan warung apung dan karambah petani yang tidak tertata membuat obyek wisata waduk seluas 180 hektar di Klaten ini, kini nyaris tinggal kenangan.

Sekertaris Desa Kerakitan Rahmanto menegaskan, pemerintah desa tidak bisa berbuat banyak terkait masalah tersebut. Apalagi selama ini Pemerintah desa tak pernah dilibatkan dalam segala hal termasuk kontribusi pendapatan.”Kita tak tahu mas itu dan kita tidak ngurusi, karena selama ini kita tidak pernah menerima bantuan dana pembangun sepeserpun dari mereka”, tegasnya. (mt2/red)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...