Klaten Miliki Jalan Sepanjang 769.63 KM, Terpanjang Nomor 2 Se Jawa Tengah.

Pembangunan jembatan diperbatasan Klaten Boyolali
KLATEN MATTANES.COMKlaten saat ini memiliki jalan terpanjang nomor 2 se Jawa Tengah dengan panjang sekitar 769.63 kilometer. Jarak ini jika dibentangkan nyaris menyamai panjang jalan Jakarta Surabaya. Dari total panjang jalan yang ada 60 persen dalam kondisi baik, 25 persen rusak sedang, 10 persen rusak berat dan 5 persen rusak ringan. Jalan yang rusak berat umunya terjadi di ruas –ruas jalan yang sering dilewati truk galian C, seperti di wilayah Kemalang, Manisrenggo, Karangnongko, Delanggu, Tulung, Cawas dan Karangdowo.

Pemerintah Kabupaten Klaten dibawah kepemimpinan plt Bupati Klaten Hj Sri Mulyani meneruskan program bupati yang lama yakni Hj Sri Hartini tampaknya risih dengan kondisi jalan Klaten yang cepat rusak dan berlobang. Maka tak heran jika Klaten langsung menganggarkan sekitar Rp 217 milliar khusus untuk perbaikan dan peningkatan jalan dan sarana lainnya, seperti jembatan dan trotoar.

Klaten sendiri saat ini memiliki jalan terpanjang nomor 2 se Jawa tengah yakni sekitar 769.63 kilometer jalan Kabupaten kelas III dengan kemampuan menahan berat beban maksimal 8 ton. jumlah tersebut belum termasuk jalan desa yang panjangnya hampir sama dengan jalan Kabupaten dengan kekuatan daya beban hanya sekitar 3 ton. Selain Jalan Kabupaten Klaten juga memiliki jalan Nasional yang membentang dari Tegalgondo Delanggu hingga Prambanan, Jalan Propinsi yang membentang dari Sangkal Putung Klaten Utara Hingga perbatasan Klaten Boyolali serta jalan Karangwuni Ceper hingga wilayah kecamatan Cawas.
Ditengah kampungpun kini jalannya mulus
Rusaknya jalan di Klaten saat ini lebih banyak disebabkan adanya overload muatan dengan beban berat lebih dari 9 ton. Armada dengan muatan penuh inilah yang menjadi salah satu penyebab utama hancurnya jalan di Klaten. Sementara kerusakan paling para ada di wilayah kecamatan Kemalang, Karangnongko, Manisrenggo, cawas, Delanggu, Karangdowo dan Bayat. “Jangan selalu menyalahkan pemerintah jika jalan yang kita lewati rusak, jika kita sendiri tak pernah mematuhi peraturan yang ada”

Beberapa faktor yang menyebabkan mengapa jalan di Klaten cepat rusak. Pertama di Klaten hanya ada jalan Kabupaten atau jalan DPU (jalan kelas III) dengan kekuatan menahan beban berat 6-8 ton. Sementara muatan armada saat ini khusussnya truk galian bermuatan lebih dari 9 ton. Tanah yang labil (bergerak), seperti yang ada di beberapa wilayah seperti sebagian wilayah Cawas, Bayat, Karangdowo, Delanggu dan Gantiwarno. Tak berfungsi saluran air disepanjang tepi jalan atau berem jalan yang lebih tinggi dari permukaan jalan, sehingga air menggenangi badan jalan dan menggerus aspal, kadang ada kualitas jalan yang kurang baik karena dikerjakan secara asal asalan oleh oknum kontraktor nakal, terakhir lemahnya pengawasan dan tindakan aparat terkait para pelaku pelanggaraan yang melempem serta kurangnya partisipasi warga ikut memelihara jalan semakin mempercepat proses rusaknya jalan..  

PU Klaten tak henti hentinya melakukan perbaikan dan peningkatan jalan jalan di Klaten. Tak hanya itu bekerja sama dengan dinas terkait seperti jajaran Polri dan Dinas Perhubungan beberapa ruas jalan dipasang rambu rambu larangan bagi armada truk galian C. Namun upaya tersebut sia, sia. Masih banyak sopir yang nekad melintas dijalur larangan, atau mencari jalur tikus, sebagai jalan alternatip, tanpa ada tindakan apa-apa dari petugas terkait.
 
Jalan di daerah Mbalerante lereng Merapi
Kondisi diperparah dengan sikap beberapa warga yang “mengijinkan” jalan diwilayahnya dilalui armada galian C dengan harapan dapat menarik uang ristribusi. Padahal kekuatan jalan yang dilalui sangat tidak memadai dengan berat tonase armada yang lewat. Inilah salah satu penyebab mengapa jalan jalan di Klaten cepat rusak, terutama  wilayah di wilayah Kemalang, Karangnongko dan Manisrenggo. Warga lebih mementingkan menarik pungutan Rp 1000 hingga Rp 3000/truk, tanpa memperdulikan akibatnya. Padahal uang yang diterima tak sebanding dengan kerugian  kerusakan. Mereka lebih suka mencari keuntungan sesaat, namun mengorbankan kepentingan orang banyak.

“Berapun besarnya anggaran yang dikucurkan untuk perbaikan jalan, jika masyarakatnya sendiri masih bersikap seperti itu tidak berperan aktif dalam menjaga lingkungannya, maka pembangunan jalan akan sia-sia”, ujar Suryanto plh Kabid Bina Marga PU Klaten.

Kini Salah satu alternatif yang ditempuh PU Klaten lanjut Suryanato ialah membangun jalan dengan kontruksi cor beton. Namun program ini tidak bisa secepat dan sepanjang pembangunan jalan dengan aspal karena beayanya sangat mahal. Dengan ketebalan sekitar 50 centimeter, setiap meter perseginya beaya yang dibutuhkan mencapai Rp 600 ribu.

“Idealnya jalan di Klaten, khususnya yang sering dilewati jalur galian C semua dibangun dengan kontruksi cor beton. Namun program ini tentunya tidak bisa dikerjakan dengan cepat dan banyak, karena membutuhkan beaya yang sangat mahal. Tapi PU Klaten optimis diawah kepemimpinan hj Sri Mulyani yang sebentar lagi akan ditetapkan sebagai Bupati Klaten yang baru, masalah jalan akan tetap menjadi skala prioritas utama yang diperhatikan”, ujarnya.
Suryanto ST Plh Kabid Binamarga PU Klaten
Terkait masih banyaknya kerusakan jalan didesa desa , dengan tegas Suryanto mengatakan pembangunan jalan desa sudah bukan menjadi kewenangan PU. Saat ini kewenangan PU hanya merawat, memelihara atau membangun jalan Kabupaten. Untuk jalan desa menjadi tanggung jawab desa masing masing. “ Saat ini PU sudah tidak ngurusi jalan desa atau kampung. Jalan desa menjadi tanggung jawab pemerintah desa masing masing. Maka mulus dan rusaknya jalan di desa tergantung kebijakan kepala desanya dalam mengambil kebijakan”, tegas Suryanto. 

Saat ini hampir tidak ada lagi jalan tanah di Klaten. semua jalan dari perkotaan hingga pedesaan mulus beraspal hotmik atau cor. Namun persoalanya tidak mudah merawat dan meningkatkan jalan sepanjang lebih dari 769 kilometer itu. Selain beaya yang besar dibutuhkan koordinasi antar dinas terkait, serta peran masyarakatnya. Jika semua berjalan baik maka program menuju Klaten yang Maju  Mandiri Dan Berdaya Saing dibawah kepemimpinan Bupati yang baru bukan sekedar slogan. (adv/end)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...