Klaten Genjot Infrastruktur Jalan Guna Menuju Klaten Maju Mandiri Dan Berdaya Saing.

Jalan kontruksi beton jawaban atas sering rusaknya jalan di Klaten
KLATEN MATTANEWS.COM“Jika Klaten ingin maju dan memiliki daya saing dengan daerah lain, maka pembangunan infra struktur harus diutamakan. Jalan sebagai urat nadi perekonomian rakyat harus mendapat skala prioritas, dengan jalan yang baik dan mulus dunia usaha akan bergairah. Distribusi hasil industri, pertanian, dunia usaha lainnya serta pariwisata akan mudah terjangkau dan itu artinya kemakmuran rakyat juga akan meningkat”.

Itulah salah satu kebijakan Bupati Klaten saat itu Hj Sri Hartini saat mengawali masa pemerintahannya menjabat sebagai Bupati Klaten saat itu. Maka tak heran jika pada tahun anggaran 2017 dana yang dikucurkan untuk perbaikan jalan dan prasarana lainnya tak tanggung-tanggung yakni sekitar Rp 200 milliar, dan ini baru pertama kali terjadi. Walau kini beliau tidak lagi menjabat sebagai Bupati namun proyek pembangunan jalan di Klaten saat ini terus berjalan. Hj Sri Mulyani wakil Bupati yang sebentar lagi mengganti beliau menjadi orang nomor satu di Klaten, berkomitmen meneruskan apa yang telah dilakukan pendahulunya, guna menuju Klaten yang maju mandiri dan berdaya saing.  
Ir. Tajudin Kepala PU Klaten Terjun langsung cek fisik kelapangan.
Masalah jalan di Klaten memang menjadi masalah klasik yang sejak jaman dahulu tak pernah habis. Anekdot “orang akan terbangun saat tertidurnya didalam mobil jika sudah masuk wilayah Klaten”. ,hingga kini masih cukup melekat. Masalah jalan bagi pemerintah Kabupaten Klaten memang menjadi sebuah problem yang cukup serius untuk mendapat perhatian khusus. Dan tampaknya semua akan terjawab dengan kepemimpinan sosok Srikandi Klaten yang bertekad menghapus stigma tersebut dan mewujudkan Klaten sebagai kota yang maju dan berdaya saing.

Tahun 2017 ini Klaten akan membangun jalan sepanjang 105.726 KM dengan perincian jalan aspal 80.354 kilometer dan kontruksi beton sepanjang 25,375 kilometer yang berada di tiga kecamatan yakni Manisrenggo, Kemalang dan Karangnogko, dengan pertimbangan jalan di wilayah tersebut cepat rusak karena adanya armada truk galian C dari Lereng merapi. Sehingga total jalan yang berkontruksi cor beton seluruhnya mencapai sekitar 80 kilometer.

Sementara Pembangunan jalan dengan kontruksi aspal saat ini total yang dikerjakan sepanjang 80.354 kilometer. Selain peningkatan jalan sebanyak 85 ruas, PU Klaten juga melakukan pemeliharaan ruas jalan yang mencapai 102 ruas. Sementara total jalan yang dilebarkan dari 5 meter menjadi 6 hingga 7 meter sepanjang 15 kilometer meliputi wilayah jalan Ir.Soekarno, jalan Gayamprit hingga Mbasin serta beberapa ruas jalan lainnya. 
 
Jalan dipedesaan kini mulai hotmik dan mulus
“Padatnya armada truk galian C yang melintas setiap hari dengan berat tonase rata rata 9 ton/truk, membuat jalan yang dilalui cepat hancur. Karena semua jalan di Klaten hanya jalan kelas III dengan kemampuan menahan beban muatan maksimal 8 kubik. Maka solusi yang tepat membangun jalan di Klaten, untuk wlayah tertentu dengan menggunakan kontruksi beton setebal minimal 50 centimeter. Karena selain kuat, jalan ini mampu bertahan lebih dari 10 tahun”, ujar ir Tadjudin Kepala PU Klaten didampingi plh Kabid Bina Marga PU Klaten Suryanto ST.

Total anggaran untuk pembangunan jalan di Klaten tahun 2017 mencapai angka sekitar Rp 217.420 milliar. Dana tersebut berasal dari dana APBD sebesar Rp 121.550 milliar, DAK sebesar Rp 21.170 milliar, 2POA sebesar Rp 14.300 milliar, APBD perubahan sebesar 31.milliar. Sementara dana untuk penataan trotoar sebesar Rp 8.500 milliar serta anggaran untuk pemeliharaan yang mencapai Rp 20 milliar.

Sementara Suryanto selaku plh Kabid Binamarga PU Klaten menjelaskan pembangunan jalan menggunakan kontruksi cor beton diakuinya memang lebih mahal dibanding dengan aspal. Beaya jalan dengan kontruksi cor beton permeternya mencapai angka sekitar Rp 600 ribu. Sedang aspal hanya sebesar Rp 150 ribu permeter. Namun dalam segi ketahanan jalan cor mampu bertahan lama dengan rentang waktu minimal 10 tahun.
jalan kontruksi cor mampu bertahan lebih dari 10 tahun
Selain itu lanjut Suryanto saat ini PU juga mengerjakan 5 buah jembatan antara lain, jembatan Belimbing diperbatasan Klaten Boyolali, jembatan Mireng Trucuk, jembatan Karanganom serta jembatan gatak dan metuk Lor. Sementara di perkotaan dan ibu kota kecamatan perbaikan jalan diikuti dengan penataan trotoar serta drainase saluran air.

Masalah Klasik jalan di Klaten menurut Suryanto adalah kemampuan kelas jalan dengan kendaraan yang melintas diatasnya. Dengan kondisi jalan kelas III dengan kemampuan menahan beban berat sekitar 6 ton, namun kendaraan yang melintas umumnya truk angkutan galian C dengan rata rata muatan lebih dari 9 ton. Maka kedepan diharapkan jalan-jalan yang sring dilewati truk galian C semua akan dibangun dengan kontruksi beton, terutama di wilayah sekitar lereng Merapi. (avd/1)


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...