Jika Rojolele Kembali Berjaya, Rumah Makan Di Klaten Wajib Sajikan Nasi Rojolele.

KLATEN MATTANEWS,COM - Pelaksana tugas (Plt) Bupati Klaten Hajah Sri Mulyani berharap, jika uji coba pengembangan Varitas padi Raja Lele yang dilakukan bekerjasama antara Pemerintah kabupaten Klaten dan Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) berhasil, maka semua rumah makan yang ada didaerah setempat wajib menyanjikan menu makan berbahan beras Raja Lele. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan masa kejayaan padi Rojolele Klaten yang pernah terkenal seantero Nusantara pada waktu dulu .
Plt Bupati Klaten Hj Sri Mulyani saat panen padi rojolele

Keinginan tersebut disampaikan Plt Bupati Klaten pada acara Panen dan Pengenalan Galur (Calon Varitas) Unggul Padi Raja Lele Hasil Penelitian Perbaikan Varitas Kerjasama  Pemkab Klaten dan BATAN di Kampung Miren Desa Gempol kecamatan Karanganom Klaten, Selasa (17/10). Panen selain dilakukan Plt Bupati Klaten , juga pejabat BATAN Doktor Syof Rizal , Ka Dinas Pertanian dan sejumlah pejabat yang lain.

Menurut Sri Mulyani, berdasarkan hasil kajian yang dilakukan pengembangan Varitas Raja lele asal Klaten tersebut kini tinggal selangkah lagi bisa dinikmati. setelah perbaikan Varitas berhasil diraih,  diharapkan Klaten kembali menjadi daerah lumbung padi Jawa Tengah dan penyangga pangan Nasional. Untuk pemasaran produk  akan dilakukan di bekas Sub terminal Delanggu yang berada di desa Karang sebagai Pusat Pasar Beras Klaten yang menjajakan beraneka produk beras lokal dan regional.

Pejabat BATAN , Doktor Syaf Rizal mengemukakan, berdasarkan pelaksanaan ujicoba perbaikan Varitas Padi Raja Lele asal Klaten yang dilakukan semenjak tahun 2013 itu , kini hasilnya bisa mulai dirasakan . Sebelumnya yang waktu tanam hingga masa panen membutuhkan waktu sekitar enam bulan berhasil diperpendek menjadi 110 hari, dan tanaman yang semula tinggi mencapai 180 CM yang berakibat mudah roboh kini tinggal sekitar 110 CM, dengan rasa dan aroma seperti induknya yang enak pulen dan wangi. ‘’ Untuk dapat diprodyuksi masal sebagai benaih padi nasional, Varitas baru tersebut juga harus memiliki keunggulan tahan hama tanaman ‘’ jelasnya.

Kepala desa Gempol Susanto Herlambang mengatakan, memasuki musim tanam ke tujuh  uji coba Varitas Raja Lele yang dikembangkan didesanya dan kini juga dilakukan di Delanggu, Wonosari dan Polanharjo hasilnya sudah bisa dirasakan. Dalam Luas tanaman sekitar 1400 M2 produksi sebanyak 1.300 Kg Gabah Kering Giling (GKG), pecah Kulit 67 prosen dengan harga Rp. 14.000,00/ Kilogram.(adv)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...