40 Guru Yayasan Pangudi Luhur Klaten Belajar Menulis Kolom Dan Opini

KLATEN MATTANEWS.COM - 40 guru dari sekolah di bawah Yayasan Pangudi Luhur (YPL) Perwakilan Klaten mengikuti pelatihan menulis di SMP Pangudi Luhur Wedi, Kabupaten Klaten pada hari Sabtu (7/10). Pelatihan menulis selama sehari ini lebih ditekankan pada penulisan kolom dan opini di media massa. Tampil sebagai nara sumber Rishe Purnama Dewi dan St Kartono dari Pusat Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pembelajaran Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta.

Dalam paparan, Rishe Purnama Dewi menyatakan, kemampuan menulis menjadi hal yang penting. Karena tanpa kemampuan menulis, seseorang tidak dapat melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, terlebih membagikan informasi penting terkait banyak hal.
Profesi guru menuntut adanya kemampuan menulis. Kemampuan menulis ini berkaitan dengan mendeskripsikan bahan ajar, informasi pendidikan terkini, dan inovasi pembelajaran yang ditemukannya. Lebih dari itu, seorang guru juga dapat mengkritisi kondisi pendidikan saat ini melalui tulisan,” katanya.
 
Para guru YPL saat latihan nulis opini dan kolom

Dosen USD Yogyakarta ini mengatakan, kemampuan menulis di media massa menjadi kompetensi tambahan seorang guru. Tidak hanya menulis penelitian untuk kenaikan pangkat saja, tetapi juga kemampuan mengkomunikasikan ide dan mengkritisi dunia pendidikan. Ini akan memberikan sumbangsih yang besar bagi banyak orang. Sebab, kemahiran menyampaikan ide menjadi sarana penting dalam memperkaya diri, khususnya pengembangan profesionalitas seorang pendidik.

Menurut Rishe, media massa memiliki kolom dan ruang khusus untuk beropini banyak hal. Namun sayangnya, ruang tersebut belum banyak dimanfaatkan oleh pendidik untuk memberi masukan terhadap kajian pendidikan. Misalnya, ruang opini dan kolom pendidikan di media massa yang belum banyak dimanfaatkan oleh para praktisi pendidikan,” tandasnya.

Sedang narasumber St Kartono menyampaikan seputar prinsip menulis kolom. Menurutnya, untuk menulis kolom, pertama, motivasi penulis harus ada. Kedua, talenta menulis harus terus dikembangkan dan dipelihara. Ketiga, penulis harus banyak membaca. Keempat, penulis jangan pernah mengkambinghitamkan waktu. Kelima, menulis itu perlu kerja ikhlas, bukan saja (kerja) keras dan cerdas. Keenam, menulis harus penuh ketekunan dan perjuangan. Dan ketujuh, menulis harus dimulai dari sekarang. “Untuk menulis opini dan kolom, aktual dan kontroversial saja tidak cukup. Sebab, opini bukanlah berita,” jelas guru SMA De Brito Yogyakarta ini.(km/red1)
 
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...