Sebar Virus Ketoprak Amigo Group Kembali Gelar Fistival Ketoprak Pelajar.

Edy Sulistiyanto owner Amigo Group bapak ketoprak Klaten
KLATEN MATTANEWS.COMSebuah pementasan ketoprak akbar akan kembali di gelar di Klaten Jawa Tengah. Sekitar 4.523 Pelajar se kabupaten Klaten akan terlibat dalam pagelaran Festival Ketoprak Pelajar yang di motori oleh Amigo Group Klaten dengan pemrakarsa Edy Sulistiyanto sekaligus owner Amigo Group  bekerja sama dengan omah wayang dan Dinas terkait.

Pagelaran ketoprak pelajar Klaten(FKP) menyongsong sewindu pagelaran budaya ini akan diselenggarakan di aula SD Krinten 1 Klaten yang berlokasi di jalan Arum Ndalu kampung Klasman Klaten Tengah Jawa Tengah. Dipastikan 38 sekolah mulai dari tingkat SD/SMP hingga SMK/SMP akan tampil maksimal karena didukung dengan tata pangung, dekorasi, tonil, efek suara dan tata lampu yang serta canggih.

Edy Sulistiyanto selaku pemrakarsa yang juga   bapak ketoprak Klaten mengatakan pagelaran festival ketoprak tahun 2017 menyongsong sewindu kegiatan ini diharapkan mampu menyebarkan virus ketoprak yang bene virus budaya nenek moyang agar dapat merasuk dan menjiwai anak anak generasi muda yang juga generasi masa depan bangsa.
Festival ketoprak pelajar tingkat SMP/SMU di Klaten
“Obsesi saya tidak berlebihan hanya ingin, kita sebagai wong Jowo atau bangsa indonesia memiliki budaya leluhur yang dapat dimiliki dan diingat oleh anak anak generasi penerus kita nanti. Jangan sampai kita sebagai wong Jowo atau orang Indonesia justru kehilangan jati dirinya sendiri, karena masuknya budaya asing. Maka festival ini selain untuk nguri-uri budaya juga membentuk karakter anak agar tumbuh menjadi generasi yeng memiliki kpribadian, karakter, tanggung jawab dan wawasan kebangsaan yang luas”, ujarnya.

Menurut sang owner Amigo Group ini, dalam kesenian ketoprak penuh filosifi dan ajaran kebaikan yang perlu dimengerti oleh kaum generasi muda. Karena dalam kesenian ketoprak kita bisa mengambil ajaran ajaran yang baik,  mulai dari rasa tanggung jawab, kecintaan pada tanah air, berprilaku menjadi sosok yang berjiwa kastria serta hidup bermasyarakat yang baik serta jiwa tolong menolog dan toleransi yang sudah ada sejak jaman nenek moyang kita.

Sehingga jika virus ketoprak bisa disebarkan dan merasuk pada semua generasi muda di Klaten niscaya kedepan Klaten akan memiliki genarsi muda yang baik, berkarakter, cerdas serta berwawasan nasional.”Jangan sampai kita kehilangan jati diri kita sebagai orang jawa. Mari kita lestarikan dan uri-uri budaya leluhur kita untuk keberlangsungan anak cucu kita nanti”, ujar sang pemrakarsa yang semasa kecilnya akrab dipanggil Ho-Ho ini.

Klaten sebagai Kupaten ketoprak memang tidak berlebihan, karena pertunjukan budaya ini pertama kali diperkenalkan di Klaten sekitar 1940 an dimana saat itu masih dikenal sebagai ketoprak tobong. Panggung dan gedungpun masih sangat sederhana yakni menggunakan bambu, berdinding gedek dengan atap terbuat dari rapak (daun tebu).
 
Edy berperan jadi pak tulus saat ngetoprak tahun 1997
Tahun 1960 hingga tahun 1970an adalah masa kejayaan ketoprak di Klaten. Bertempat di alun-alun Klaten berdiri megah gedung ketoprak terbuat dari bambu dan beratap rapak dengan menampilkan berbagai group ketoprak saat itu seperti Ngesti Budoyo, Wahyu Budoyo, Wahyu Mataram dan lainnya.

Untuk tahun ini menurut sosok yang dulu bercita-cita menjadi seorang arsitek ini, festival ketoprak pelajar Klaten yang sudah berumur sewindu ini bisa naik kelas menjadi festival tingkat Jawa Tengah. “Kita berharap bisa naik kelas dan pemerintah daerah baik tingkat kabupaten dan propinsi mau menyikapi niat baik kita ini”, ujar bapak tiga anak yang masa kecilnya punya nama beken yakni Loing Houw (neo ramadhan)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...