Ribuan Anak Klaten Ikut Festifal Budaya "Nandur Rukun Sugih Sedulur"

KLATEN MATTANEWS.COM - Lebih dari seribu anak dan remaja dari sembilan paroki di Rayon Klaten mengikuti Festival Budaya PIA-PIR (Pendampingan Iman Anak – Pendampingan Iman Remaja) di Lapangan SMK Leonardo Klaten, Minggu (24/9/2017). Festival Budaya PIA-PIR Rayon Klaten yang melibatkan anak dan remaja lintas iman ini mengambil tema “Nandur Rukun Sugih Sedulur”.

Ketua Panitia Festival Budaya PIA-PIR Rayon Klaten, Yohanes Budi Setiyawan menyampaikan, festival budaya ini bertujuan untuk melatih dan membangun rasa percaya diri pada anak dan remaja, serta sebagai media untuk menyampaikan pesan damai kepada semua orang agar persaudaran sejati dapat diwujudkan di tengah masyarakat.
 
Anak -anak saat membawakan sebuah tarian
“Festival budaya ini diharapkan dapat menjadi media untuk membangun jejaring, dan sebagai sarana untuk srawung dengan komunitas pendamping iman anak dan remaja Katolik di Rayon Klaten, serta dari mereka yang beragama lain. Dengan demikian diharapkan, festival budaya ini dapat menumbuhkan sikap toleransi dalam diri anak dan remaja sejak dini,” katanya.

Festival budaya ini diisi dengan penampilan Tari “Sapu Gerang” dari Paroki Administratif Bayat, Tari “Pari Tumuwuh” dari Paroki Dalem, Sruntul “Timun Mas” dari Paroki Kebonarum, dan Sendratari “Ande-Ande Lumut For Nusantara” dari Paroki Jombor. Selanjutnya, parade permainan tradisional dari Paroki Delanggu, serta Sendratari “Musa memimpin Bangsa Israel menuju Kanaan” dari Paroki Gondang.
Sekitar pukul 12.00 WIB, festival budaya istirahat sejenak untuk makan siang. Saat istirahat makan siang, hadirin dihibur oleh penampilan “Wayang Klaras”.

Kemudian, festival budaya dilanjutkan dengan penampilan Sendratari “Daud Dan Goliath” dari Paroki Klaten, Tarian Nusantara bertemakan “Unity of Indonesia” dari Paroki Administratif Cawas, dan dipuncaki dengan Sendratari “Kidung Nusantara” dari Paroki Wedi. yang menarik dari Sendratari “Kidung Nusantara” ini. Anak-anak membawakan tarian dari berbagai daerah di Indonesia, seperti dari Bali, Papua, Kalimantan, Banyuwangi, Ponorogo, Betawi dan Aceh. Di akhir sendratari, anak-anak menyanyikan Lagu “Saya Indonesia, Saya Pancasila”.(laurent)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...