Mas Niko Merintis Usahanya Dari NOL, Kini Pasaran Kirana Bakery Tembus Luar Kota.



Ruang proses pembuatan sebelum masuk ovent
KLATEN MATTANEWS.COMJangan pernah menyerah dan putus karena gagal. Justru dengan kegagalan itu kita harus banyak belajar untuk menuju kesuksesan. Karena hanya dengan kerja keras dan kemauan, semua yang kita cita-citakan akan terwujud. Itulah motto dan semboyan anak muda penuh kreativ dan inovasi Niko Pramono(33) warga dukuh Bangilan, Desa Ngalas, Kecamatan Klaten Selatan, Jawa Tengah dalam Berkarya.

Lelaki pendiam suami dari Yurike Noviana ini kini isa dibilang cukup sukses dalam mengembangkan usahanya. Usah rumahan memuat roti yang dimulai hanya dengan modal menggadaikan sepeda motor bututnya kini telah beruah menjadi perusahaan atau parik roti yang cukup besar, dengan omset puluhan juta rupiah.

Ditemui dirumah sekaligus tempat usahanya, di dukuh Bangilan, Ngalas bapak dua anak ini mengaku memulai usahanya hanya bermodal uang ratusan ribu hasil menggadaikan sepeda motor bututnya. Namun adanya kemauan keras serta pengalaman dan dukungan dari keluarga, terutama istri, dirinya yakin suatu saat usahanya pasti akan  berhasil.
Mas Niko dengan aneka roti buatannya.
“Usaha rumahan ini semula hanya bermodalkan tekad dan semangat mas. Karen sehari paling banter saya hanya menghabiskan 2 zak karung tepung terigu dan itu dikerjakan sendiri dipasarkan sendiri bersama keluarga. Dan alhamdullilah kerja keras tersebut kini membuahkan hasil. Karyawan saya sekarang sudah mencapai 16 orang”, ujarnya.

Roti buatananya yang dieri merek Kirana Bakery kini sudah dipasarkan tersebar dihampir semua pelosok kota Klaten dan kota sekitarnya seperti Gunung Kidul, Bantul, Sleman, Purworejo dan sekitarnya. Omzetpun kini meningkat dulu sehari hanya 500 bungkus/hari kini mencapai 8000 bungkus/hari.

Dengan membuat beberapa model dan cita rasa roti, Kirana Bakery menyajikan aneka rasa dan bentuk mulai dari lipat, bulat oval serta lonjong. Varian rasapun beraneka ragam mulai dari rasa coklet, strobery, keju coklat, keju mesis hingga moka semir. Dan tentunya semuanya memiliki cita rasa nikmat yang berbeda namun dijamin lezat.

Dengan 16 karyawan yang ada, kini Niko mulai mengembangkan usahanya guna mencapai pasaran yang semakin luas. Sukoharjo, Boyolali, salah satu kota yang kedepan akan dijadikan tempat pengembangan pemasarannya.” Saat ini selain 16 karyawan sudah ada 4 tenaga sales yang bertugas mengirim barang ke berbagai kota tujuan. Rencana kita akan tambah sekaligus menambah wilayah pemasaran mas”, ujar lelaki yang punya hobi mancing ini.

Dengan jumlah 16 karyawan dan 4 tenaga pemasaran, kini setiap hari Kirana Bakery mampu menghabiskan 9 sampai 14 karung tepung terigu. Bahan tersebut tentunya belum termasuk, telur, margarine, gula serta bahan bahan lainnya. Sementara harga dipasaran Kirana Bakery dijual Rp 800/biji.
 
Tempat proses penggilingan adonan bahan baku
Semangat, kemauan, kerja keras, tekad dan mau terus belajar, itulah yang menjadi dasar putra asli Bangilan ini merintis usahanya dari bawah. Pengalaman dua kali bekerja dipabrik roti ternyata mampu dikembangkan sendiri dirumahnya. Kini usaha yang dirintisnya dari nol mampu memberi harapan baik untuk masa depan kedua anaknya. Dan yang tak kalah penting banyak menyerap peluang tenaga kerja warga sekitar.

Anda penasaran dan ingin mencoba silahkan datang langsung ke pabrik pembuatanya Kirana Bakery, Bangilan, Ngalas Klaten Selatan. Anda akan bebas menikmati kelezatan roti Kirana Bakery denggan aneka rasa sesuai selera anda. (mt1/red)      


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...