Kirab Gunungan Di Sendang Simbar Joyo Upaya Merawat Tradisi leluhur.

KLATEN MATTANEWS.COMKirab gunungan dari hasil aneka hasil bumi dan pemetu panen dilakukan warga Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten Jawa Tengah, dalam rangka menggelar Tradisi Bersih Desa. Kegiatan nguri-uri atau melestarikan budaya nenek moyang ini dipusatkan di Sendang Simbar Joyo pada Jumat (29/9/2017) siang.Tradisi bersih desa ini rutin dilakukan warga setiap hari Jumat pada Minggu pertama bulan Suro.
 
Tradisi rasulan bersih desa di Jonggrangan Klaten.
Kepala Desa Jonggrangan Sunarno menyampaikan, Bersih Desa ini merupakan tradisi turun-temurun yang dilakukan oleh warga Jonggrangan. Bersih Desa ini dimaksudkan untuk nguri-uri tradisi dan budaya yang ada di masyarakat Jonggrangan. Dan hingga saat ini masyarakat esa Jonggrangan masih kukuh untuk terus meraat dan melestarikan budaya ini agar tidak tergerus oleh budaya asing.     

“Tradisi Bersih Desa ini rutin digelar setiap tahun, yaitu pada bulan Sura. Bersih Desa ini sebagai wujud rasa syukur warga atas berkat yang diterima dari Tuhan. Acara ini juga untuk melestarikan tradisi agar tidak hilang dan dilupakan masyarakat. Jangan sampai anak cucu kita tak mengenal budayanya sendiri, karena sudah terpengaruh oleh budaya negara lainujarnya.

Dalam Tradisi Bersih Desa ini, warga dari tiga RW di Jonggrangan itu membawa persembahan berupa makanan dan mengirab gunungan hasil bumi. Kirab diawali dari Balai Desa Jonggrangan dan berakhir di Sendang Simbar Joyo. Warga berjalan sekitar 500 meter dengan penuh semangat dan khitmad.

Sesampai di Sendang Simbar Joyo, gunungan hasil bumi itu kemudian diserahkan oleh Kades Jonggrangan Sunarno kepada ”pinituwa” sendang tersebut. Selanjutnya, dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh Kaur Umum (Modin) Desa Jonggrangan, Harjoko. Kemudian, gunungan hasil bumi itu diperebutkan oleh warga yang hadir.

Gelaran Bersih Desa tahun ini terasa lebih semarak. Usai Bersih Desa akan dilakukan peresmian masjid yang lokasinya tidak jauh dari Sendang Simbar Joyo pada hari Sabtu (30/9) disusul peletakan batu pertama pembangunan gereja pada hari Minggu (1/10), yang letaknya berdekatan dengan sendang tersebut. Tradisi Bersih Desa ini diadakan sebagai bentuk untuk merawat budaya lokal dan merajut toleransi antarumat beragama di Desa Jonggrangan. (Laurent)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...