Tidak Ada Penahanan Ijasah Di SMA Negeri 1 Klaten. Yang Ada "Klarifikasi Kejujuran Anak"

KLATEN MATTANEWS.COM -  Adanya dugaan “penahanan” ijasah yang dilakukan oleh SMA Negeri I Klaten terhadap siswanya yang telah lulus dan belum melunasi uang administrasi di sanggah pihak sekolah. Kepala Sekolah SMA Negeri I Klaten Drs Kawit Sudiyono MPd menegaskan tidak ada penahanan, yang ada upaya klarifikasi guna menetahui sejauh mana tingkat kejujuran siswa.

“ Kami pihak sekolah tidak pernah menahan ijasah anak dengan alasan belum mampu menyelesaikan administrasi sekolah. Yang kita lakukan ialah upaya klarifikasi terhadap orang tua anak guna mengetahui sejauh mana tingkat kejujuran anak. Ijasah tetap kita berikan jika orang tua siswa datang ke sekolah. Jadi sekolah tak pernah menahan ijasah, justru kita selalu memberi subsidi bagi anak atau siswa yang kurang beruntung”, ujar Kepala sekolah SMA Negeri 1 saat ditemui wartawan diruang kerjanya.
 
Kepala sekolah SMA Negeri 1 Klaten Drs Kawit Sudiyono MPd.
Menurut Kawit ijasah memang harus diambil oleh orang tua siswa. Baik yang sudah lunas adminitrasi atau belum. Hal ini guna menjaga keamanan dan ketertiban siswa itu sendiri. Dan bagi mereka yang belum lunas kedatangan orang tua wajib dan harus guna mengetahui tingkat kejujuran anak itu sendiri. Karena tidak menutup kemungkinan si anak sudah diberi uang tapi oleh si anak tidak dibayarkan.

Dan jika ada siswa lulus namun belum mampu menyelesaikan uang adminitrasi, yang bersangkutan tetap bisa mengambil ijasahnya setelah orang tua datang ke sekolah dan membuat surat pernyataan kesanggupan.” Jadi kami tidak pernah menahan atau menyandera ijasah siswa. Selama orang tua datang dengan baik dan membuat surat pernyataan kesanggupan, terlepas mampu atau tidak ijasah tetap kita berikan”, tegasnya.

Terkait kasus yang menimpa siswi yang bernama Ambar Hapsari warga Cawas, ditegaskan itu terjadi karena adanya mis komunikasi, dimana orang tua siswa tidak datang kesekolah namun hanya berhubungan melalui SMS dengan petugas bendahara. Jika orang tua datang sendiri ke sekolah pasti tidak akan terjadi hal seperti itu.

Bahkan menurut Kawit selama ini SMA Negeri 1 terus melakukan pembinaan serta perhatian yang lebih pada siswa. Setiap tahun sekolah selalu memberi keringan bantuan subsidi bagi siswa yang kurang beruntung.”Untuk satu semester ini saja kita sudah memberi subsidi bantuan kepada siswa yang nasibnya kurang beruntung sekitar Rp 360 juta”, ujar Kawit (mt2/red)     
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...