Semrawut warga Kecewa Taman Kota Klaten Penuh Stand Mainan, Berubah jadi pasar Malem

KLATEN MATTANEWS.COMWarga masyarakat Klaten yang terbiasa refresing bermain dengan keluarga di taman kota Klaten Jawa Tengah akhir akhir ini mengeluh dan kecewa dengan kondisi taman yang tidak lagi sesuai dengan fungsinya. Taman kota yang diharapkan bisa dijadikan tempat istirahat dan melepas lelah bersama keluarga kini dipenuhi stand mainan anak-anak, sehingga seperti pasar malem.
 
Taman kota Klaten penuh stand mainan
Dari pantauan dilapangan tampak hampir seluruh area taman kota serta trotoar kota habis untuk stand mainan anak, mulai dari rumah balon, kerete  mini, pancingan anak, serta stand mainan lainnya. Kondisi semakin diperparah dengan keberadaan parkir sepur mini dan parkir kendaraan, sehingga trotoar untuk jalan semakin semrawut dan tidak berfungsi sama sekali.

“Dulu awalnya kita dan keluarga setiap sore masih bisa bercengkerama duduk duduk bermain dan  berlarian dengan anak dengan bebas. Namun sekarang gak bisa lagi mas, hampir setiap jengkal lahan osong ditaman ini dijejali oleh stand mainan anak, sehingga namanya sudah bukan taman kota tapi pasar malem”, ujar salah satu pengunjung dari Kemalang Klaten.

Sementara itu salah satu pengelola stand mainan saat dikonfirmasi, semua stand yang ada dikenai beaya ristribusi dan iuran wajib bulanan. Untuk stand mainan tergantung jenisnya, ada yang Rp 5000 sehari hingga ada yang Rp 40 ribu sehari. Selain itu para pengelola atau pedagang masih harus membayar bulanan, untuk selanjutnya disetorkan pada beberapa instansi terkait. “Saya bukak stand mainan disini juga mbayar ristribusi mas. Ada yang harian juga ada iuran bulanan”, ujar salah satu pemilik stand.

Terkait dengan pengelolaan taman kota, Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan PU Klaten M. Sodiq menegaskan pihaknya tidak pernah memberikan ijin penggunaan taman kota untuk dijadikan lahan tempat stand mainan anak-anak. Dan selama ini pihaknya juga tidak pernah memungut atau menerima setoran uang hasil ristribusi.

“ PU dalam hal ini Bidang kebersihan dan pertamanan tidak pernah memberi ijin atas penggunaan taman kota untuk dijadikan lahan stand mainan anak-anak. Selain itu PU tidak pernah melakukan penarikan uang ristribusi atau menerima uang setoran ristribusi dari mereka”, tegasnya,
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...