Satpol PP Klaten Siap Bersihkan Stand Mainan Di Taman Kota Jika Ada Permintaan

Salah satu stand maainan yang menghabiskan lahan dan trotoar taman
KLATEN MATTANEWS.COMSatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Klaten Jawa Tengah Siap menertibkan semua stand mainan yang berada di dalam taman kota Klaten jika ada permintaan dinas terkait. Sebagai eksekutor dan penjaga Perda Satpol PP akan konsisten dalam mengawal dan menegakkan Perda yang ada. Demikian ditegaskan Kasat Satpol PP Klaten Sugeng Hariyanto saat dihubungi Mattanews.

“Taman Kota Klaten yang berada tepat dijantung kota menjadi tanggung jawab dan kewenangan dinas PU selaku pengelola. Maka selama dari dinas terkait tidak ada permintaan untuk melakukan penertibpan kita tidak berani bergerak karena menyalahi aturan”, tegas Sugeng.

Sementaraa itu Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan PU Klaten M. Sodiq dengan tegas tidak pernah memberi ijin para pemilik stand mainan untuk membuka usaha di taman kota, karena taman kota memang diperuntukkan untuk tempat santai keluarga.”Sampai detik ini PU tidak pernah memberi ijin pada mereka untuk membuka usaha ditaman kota”, tegasnya.

Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, akhir-akhir ini banyak pengunjung taman kota yang resah karena suasana taman ota sudah tidak nyaman untuk tempat santai keluarga. Banyaknya stand mainan yang berada didalam dan sekitar taman membuat taman penuh peralatan stand mainan sehingga suasananya semrawut dan kumuh.

“Seharusya taman kota bersih dari stand mainan anak-anak sehingga jika kita membawa keluarga main disini bisa senang, dan nyaman. Yang terjadi di taman kota Klaten saat ini, kita mau duduk saja sulit apalagi jalan jalan ditaman kota, karena semua sudah dipenuhi stand mainan”, ujar salah satu pengunjung.

Sementara salah satu pengusaha stand mainan dengan tegas akan menolak jika harus pindah karena setiap hari sudah membayar belum bayaran tiap bulannya. “Setiap hari kita membayar minimal Rp 10.000 setiap malam, belum yang usahanya cukup besar bisa mencapai Rp 40.000 semalam. Itu masih ditambah tambahan iuran bayaran tiap bulan”, ujar salah satu pengelola.

Kemana larinya uang tarikan dari pedagang dan iuran tiap  bulan yang mencapai jutaan tersebut. Dari beberapa sumber minimal ada tiga instansi yang menerima uang terebut.(farought)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...