Polres Klaten Bekuk Pengedar Narkoba Jaringan Nusakambangan.

KLATEN MATTANEWS.COMSatuan serse narkoba (satreskob) Polres Klaten Jawa Tengah berhasil mengamankan 6 orang tersangka pengedar maupun penyalahguna narkotika golongan I jenis sabu dan pil (trihex & hexymer). Dari enam pelaku dua diantaranya diduga kuat berperan sebagai kurir yang dikendalikan dari pelaku yang kini mendekam di lapas Nusakambangan Cilacap.

Dua dari enam tersangka kasus narkoba yang ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Klaten yakni Icg (35) warga Delanggu Klaten dan (Yah) warga Desa Sidorejo Wonogiri Jawa Tengah ternyata diduga kuat bagian darai mata rantai jaringan pengedar sabu yang dikendalikan dari dalam lapas Nusa Kambangan Cilacap. Keduanya bertugas sebagai kurir dari pelaku utama yakni salah satu penghuni lapas Nusakambangan.
 
Kapolres Klaten AKP M.Darwis saat gelar perkara (ft:ist/tri.b)
Keduanya ditangkap pada Rabu (09/08) lalu, dari tangan mereka polisi juga menyita satu paket sabu yang dibungkus menggunakan kertas koran sebanyak 97, 21 gram. Selain itu berhasil pula diamankan 14 klip plastic kecil sabu yang telah dipaketkan, 1.620 butir pil trihexyphenidyl, 20 butir pil hexymer.

Kapolres Klaten AKBP M. Darwis, saat gelar perkara kepada awak media di Lobi Polres Klaten, Selasa (29/8) siang, menjelaskan para tersangka sudah diamankan beserta barang bukti. Menurutnya penagakapan kali ini merupakan penangkapan terbesar se-Solo raya, yang ditengarai miliki jaringan panjang, karena selain narkoba ditemukan pula alat timbang pula di TKP.

“Selain narakoba kita juga berhasil menyita peralatan hisap, handphone dan sejumlah uang hasil penjualan. Dan karena tersangka sabu ini merupakan seorang residivis, dan ia mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang napi di Lapas Nusakambangan, maka kami akan terus berkoordinasi dengan pihak Polres Cilacap” ujar Kapolres.

Akibat perbuatan tersebut, tersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat(1) subsider 112 ayat(1) UU RI No. 35 Th. 2009 ttg Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan pasal 196 subsider  pasal 197 UU RI No.36 TH.2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maximal.

Sementara dari pengakuan tersangka Ic dia berkenalan dengan A saat sama sama mendekam di LP. Namun saat dirinya keluar A justru dikirm ke Nusakambangan. Dan sejak itu dirinya masih menjalin komunikasi yang akhirrnya menjadi kurir narkoba dengan imbalan uang sebesar Rp 3 juta/ sekali kirim.

Dalam pengakuannya mereka sudah lima kali ini melakukan transaksi atau mendapat kiriman paketan sabu dari dalam LP. Sementara dirinya mengajak Yh bergabung dan berperan  sebagai pengambil kiriman paket untuk dibawa ke kontrakan di Dukuh Tegalmulyo, Desa Kingkang, Kecamatan Wonosari. Untuk selanjutnya dipasarkan ke Klaten, Sukoharjo, Solo dan sekitarnya.(ist/tri-b/red)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...