Pelajar Dan Mahasiswa Dominasi Jumlah Laka Lantas Di Klaten

KLATEN MATTANEWS.COMAngka kecelakaan di Klaten tahun ini cukup tinggi yakni mencapai 271 kasus sejak Januari hingga Juni 2017. Dari semua laka tersebut kejadian banyak menimpa anak usia produktif yakni pelajar dan mahasiswa yang mencapai 151 kejadian. Menyikapi hal tersebut peran orang tua sangat penting dalam memberi kebijakan terhadap anak dalam berkendaraan.

“ Sejak Januari hingga Juni sudah ada 271 laka lantas dan 151 kejadian dialami anak usia produktif yakni para pelajar dana mahasiswa. Artinya sudah saatnya para orang tua dan sekolah bersikap tegas dan bijaksana dalam memberi kebebasan anak untuk memakai motor untuk sekolah atau lainnya. Mereka belum cukup umur dan belum punya SIM, kasihan jika terjadi apa-apa dijalan, karena anak adalah aset keluarga dan aset bangsa yang sangat berharga”, demikian ditegaskan kasat lantas Polres Klaten AKP Adhitya Marwah Gautama Putra SIK.MH melalui Kanit Laka Ipda Sumasna SH.
 
Ipda Sumasna SH Kanit Laka Polres Klaten
Menurut Sumasna jika dibanding dengan tahun 2016 jumlah laka di Klaten untuk sementara memang turun sekitar 30 persen dari jumlah 700 kejadian laka. Sementara untuk tahun ini sejak januari hingga Juni jumlah laka mencapai 271, korban meninggal 8 orang, luka berat 6 dan luka ringan 27. Namun jika dilihat dari korban laka di Klaten untuk tahun ini memang didominasi anak usia produktif atau pelajar. Hal inilah yang menjadi keprihatinan semua pihak, khususnya para orang tua dalam memberi kebebesan anak berkendaraan.

Mengantisipasi jumlah laka agar tidak terus meningkat, satuan lalu lintas Polres Klaten menurut Masna hingga kini terus melakukan giat dengan berbagai cara. Mulai dari operasi penindakan setiap pagi, pemasangan baliho baliho peringatan di berbagai tempat strategis dan sekolahan hingga penyuluhan di sekolah-sekolah.

“Apa yang kita lakukan selama ini demi menekan jumlah laka agar tidak banyak jatuh korban, apalagi yang menimpa anak sekolah. Kasihan mereka adalah aset bangsa harapan keluarga sayang jika masih remaja harus mengalami hal yang tidak diinginkan”, ujarnya.

Terkait semu itu Munurur Masna sudah saatnya orang tua berani tegas melarang anaknya saat pergi kesekolah. Lebih baik orang tua mengantar dari pada anak dibiarkan naik motor sendiri. Karena selain belum cukup umur, umumnya mereka tidak punya SIM. Demikian pula pihak sekolah juga harus tegas melarang siswanya yang belum akil balik atau cukup umur membawa motor ke sekolah.

“Jika hal itu dilakukan saya yakin jumlah laka yang menimpa anak usia sekolah akan turun dratis dan ini artinya jumlah laka secara umum juga akan turun. Konsekwensinya Pemda harus berani menyediakan kendaraan angkutan umum yang memadai untuk rakyatnya, khususnya anak-anak sekolah”, tegasnya.(mt2)


     
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...