Lomba Obor Pesu 2017, Ingatakan Semangat Nasionalisme Era Tahun 1970 - 1980 an.

KLATEN MATTANEWS.COM - Guna mengobarkan semangat nasionalisme warga, maka Pemerintah Desa Pesu, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten menggelar lomba lari obor estafet pada Jumat (25/8) malam. Lomba lari obor estafet ini diikuti oleh 12 tim putra dan 6 tim putri. Untuk putra, satu tim terdiri dari empat pelari. Sedang untuk tim putri terdiri dari lima pelari. Lomba ini memang sempat populer dan selalu diadakan jelang hari raya kemerdekaan di era tahun 1970 hingga 1980an.
 
Lomba obor Pesu pernah ngetrend di tahun 1970-1980an
Rute lomba lari obor ini mengeliling wilayah Desa Pesu sekitar 2,8 km. Start dilakukan di depan Balai Desa Pesu. Sedang finish di timur pertigaan Desa Pesu. Untuk estafet putra melewati 4 pos. Sedang untuk estafet putri melalui 5 pos. Pada setiap pos dilakukan pergantian pelari selanjutnya.

Lomba lari obor estafet ini berlangsung unik. Para pelari berlari sambil membawa obor. Obor harus terus bernyala atau tidak boleh padam. Kalau nyala obor mati, maka pelari harus menghidupkan lagi obor itu dengan mengambil api pada obor yang telah disiapkan di pos atau di sepanjang jalan yang di lalui. 

Kades Pesu Budi Hartono menyampaikan, lomba lari obor estafet ini diadakan untuk memperingati HUT kemerdekaan ke-72 RI, mengolahragakan masyarakat, menumbuhkembangkan persatuan dan kesatuan, serta mengobarkan semangat nasionalisme di kalangan warga Pesu.

“Lomba lari obor ini pertama kali diadakan saat Kades Pesu dijabat almarhum Pak Hardiyo sekitar tahun 1980-an. Memang, lari obor ini sempat vakum beberapa tahun. Dan dua tahun ini terakhir ini kita adakan lagi. Kita akan berusaha untuk menggelar lari obor ini sebagai agenda rutin tahunan Desa Pesu,” katanya.

Antusias warga Pesu yang luar biasa tampak dengan banyaknya menonton yang berdiri di sepanjang jalan yang dilalui pelari. Mereka memberi semangat kepada pelari yang didukungnya. Begitu pula para pelarinya. Mereka berlari secepatnya, seolah tak mau kalah dengan pelari lainnya.

"Dulu lomba obor hampir selalu dilakukan dan diadakan oleh semua warga Klaten dan daerah lain setaip memperingati hari kemerdekaan. Sayang lomba semacam ini sekarang nyaris punah, karena perkembangan jaman dan adanya listri. Dan mulai tahun ini Pesu akan berusaha menjadi pioner merintis kembali budaya warian para pejuang ini agar bisa diingat dan ditampilkan kembali oleh anak anak kita", ujarnya. (lauarent)  


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...