Klaten Lurik Carnival 213 Klaten Meriah Namun Semrawut.

Lurik Carnival Klaten 2017
KLATEN MATTANEWS.COM Klaten lurik Carnival kembali digelar diKlaten dalam rangka memeperingati hari Jadi Klaten ke 213 dan Hari Ulang Tahun (HUT)  ke 72 Kemerdekaaan Republik Indonesia tahun 2017. Diikuti ratusan peserta penampilan 35 peserta dari berbagai SKPD, dinas serta swasta penampilan mereka mampu memukau ribuan penonton yang sudah datang sejak siang hari. Namun sayang dibalik kemeriahan yang ada, pelaksanaan kali ini agak semrawut, sehingga peserta kurang bisa maksimal dalam mengekpresikan penampilannya.

Dimulai sekitar pukul puklul 14.30 hingga pukul 17.00 acara diawali dengan tampilnya pasukan Keprajuritan yang diperankan oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja, disusul iring-iringan Kereta Kencana dan puluhan kereta kuda yang ditumpangi oleh Pelaksana tugas Bupati Klaten hajah Sri Mulyani, Ketua DPRD Agus Riyanto, Muspida, serta para pejabat dengan pakaian khas LURIK TRADISIONAL Klaten.

Selain lurik tampil pula kelompok Drum Band Gita Pamong Praja Surakarta untuk memeriahkan acara. Sementara peserta karnaval lurik berasal dari berbagai dinas serta unsura lain seperti jajaran  OPD, dina pensdidikan, kecamatan, sekolahan, Badan Usaha Milik Daerah, Rumah Sakit Bagas Waras dan Kelompok sweasta dari Group Amigo.

Acara menyita perhatian puluhan ribu pengunjung dari wilayah Klaten dan sekitarnya tersebut mengangkat thema sesuai ciri khas asal peserta. Utusan dari Delanggu yang dikenal sebagai daerah penghasil padi mengangkat thema TUMBUK PARI, Manisrenggo TEMBAKAU SRINTHIL, Wedi Program Kali ku Bersih, Jatinom Penyebaran Apem dan lain-lain . 

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaaan dan Olah Raga Klaten Jaka Wiyana, selaku penanggung jawab Karnaval mengemukakan, Kegiatan Lurik Karnival tahun 2017 dalam rangka perinagatan Hari Jadi Klaten ke 213 dan HUT RI ke 72 dimaksudkan untuk mengenalkan dan mengangkat kembali hasil industri kerajinan Klaten yang pernah mengalami masa jaya pada puluhan tahun silam, agar masyarakat kembali mengenakan pakaian berbahan produk lokal tersebut. ‘’ Klaten Lurik Karnival Tahun 2017 diikuti oleh 35 kelompok peserta dari kecamatan, OPD, sekolahan dan swasta ‘’ jelasnya.

Sementara beberapa penonton mengaku cukup kecewa dengan pelaksanaan kali ini karena kurang tegasnya petugas kemanan dalam membatasi anatara peserta dan penonton. Sehingga pelaksanaan kali ini terkean sedikit semrawut, sehingga hasilnya kurang memeuaskan. " Koq semrawut ya mas. Kita ggak bisa lihat peserta malah melihat penonton yang berjubel ditengah jalan", ujar salah satu warga dari Manisrengggo. (dehan/masaan) 

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...