24 Bule Asing Dari Berbagai Negara Iringi Pentas Wayang Kulit Semalam Suntuk Dengan Gamelan.

KLATEN MATTANEWS,COMSekitar 24 warga asing (bule) dari berbagai negara seperti Inggris, Amerikan, belanda, Australia dan Perancis memainkan musik tradisional gamelan. Meraka mengiringi pertunjukan pagelaran wayang kulit semalam suntuk pada Minggu kemarin malam di desa Sabrang Lor, Trucuk, Klaten Jawa Tengah.

Mahir dan luar biasa itulah yang dapat kita apresiasikan apada mereka. Karena dengan piawai dan tanpa canggung mereka dengan luwes mampu memainkan musik tradisional gamelan yang justru di negara asalnya mulai ditinggalkan para generasi muda. Umumnya mereka malah berusaha memasukkan unsur tradisi budaya asing ke dalam kehidupan sehari-hari.
 
Bule dari berbagai negara nabuh gamelan semalam suntuk
Para warga asing yang tergabung dalam padepokan siswa SUKRA ini tampak serius dan mahir. Nyaris tak ada sedikitpun keselahan mereka dalam memainkan berbagai alat musik, seperti Gong, Bonang, Kendang, siter Saron, thethe dan lainnya. Suguhan yang menarik ini ternyata mempu memukau dan “menghipnotis” para warga sekitar yang menonton sejak pertunjukan dimulai hingga bubar.

Samanta (31) bule asal Inggris mengaku sudah jatuh cinta dengan gamelan ejak tahun 2011. Dirinya rela meninggalkan negara asalnya demi memperdalam kesenian dan budaya Jawa Khususnya musik gamelan dan wayang kulit yang mereka anggap memiliki nilai nilai budaya dan filosofi tinggi. Sehingga dia dan teman-temannya tak pernah lelah dalam menggeluti dan memperdalam budaya Jawa khususnya gamelan dan wayang kulit.

“ini budaya serta kesenian yang luar biasa dan memiliki filosofisi dan budaya tinggi, maka jauh jauh dari Inggris saya dan teman teman datang kesini untuk belajar dan mendalami kesenian Jawa, khususnsya gamelan dan Wayang. Sayang jika budaya dan kesenian yang baik ini hilang karena banyak warga Indonesia yang sudah tidak tertarik lagi”, ujarnya dalam bahasa Indonesia yang cukup fasih.

Jika melihat kemahiran, kepiawaian serta kemampuan para warga asing dalam memainkan musik tradisional kita seperti gamelan atau wayang kulit, memang sangat ironis dengan kondisi kaum generasi muda dan masyarakat Indonesia pada umunya. Karena banyak warga Indonesia khsusnya anak muda yang sudah tidak lagi tertarik lagi dengan budaya dan kesenian tradisional warisan leluhurnya. Banyak warga Indonesia dan generasi muda yang lebih suka belajar dan berusaha menanamkan budaya asing kedalam kehidupan sehari-harinya.

“Jika tidak sejak sekarang kita kembali mencintai Indonesia dan semua seni budaya peninggalan leluhur nenek moyang, maka besok anak cucu kita akan belajar kesenian di daerah ke luar negeri seperti ke Belanda, Inggris, Prancis atau Amerika. Mereka akan asing dengan gamelan, wayang kulit atau kesenian  tradisional lainnya. Mereka hanya tahu budaya dari barat dan arab, karena saat ini banyak orang yang terus gencar menanamkan tradisi dan budaya tersebut kedalam kehidupan kita sehari-hari dengan berbagai cara ”, ujar salah satu pemerhati seni dari Klaten.(ajipamungkas)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...