150 Peserta Ikuti Rakor KB Klaten 2017.


Staf Ahli Bupati bidang SDM&K, dr Ronny Roekminto
KLATEN MATTANEWS.COM - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) kabupaten Klaten menggelar  acara Rapat Koordinasi Keluarga Berencana  (Rakor KB)  tahun 2017 di gedung Wanita setempat, Selasa (08/08).  Sehari diikuti 150 peserta unsur dari kepala Puskesmas, Koordinator Petugas Lapang Keluarga Berencana (PLKB) kecamatan, kepala desa dan pendampingnya dan lain-laincara seorang Dari Dispermasydes dan Fasilitator Proviinsi Kampung Keluarga Berencana,  dibuka secara resmi oleh Stah Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Manusia dan Kemasyarakat ( SDM&K) Dokter Rony Rukminto mewakili Plt bupat Klaten Hajah Sri Mulyani.

Kepala Seksi Keluarga Berencana Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinsos P3AKB, Sriyono selaku ketua panitia penyelenggara mengatakan, Rakor KB diselengarakan dengan tujuan untuk pengetahuan dan pemahaman peserta tentang Program Kependuudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga ( KKBPK). Disamping itu juga untuk mendapatkan dukungan dan komitmen bersama terhadap pelaksanaan Program KKBPK serta meningkatkan capaian Program KKBPK.

Lebih lanjut Sriyono mengatakan., kegiatan sehari menampilkan dua Pembicara Kliwon Yoso dari Bapermas dengan Thema Dukungan Dana Desa Untuk Pengembangan Kampung KB dan Abdul Jabar Fasilitator Proviinsi Kampung Keluarga Berencana, Program Pilihanku diikuti oleh 150 peserta dari kepala Puskesmas, Koordinator Petugas Lapang Keluarga Berencana (PLKB) kecamatan, kepala desa dan pendampingnya dan lain-lain .

Sementara Plt Bupati Klaten Hajah Sri Mulyani dalam sambuatan tertulisnya yang dibacakan staf Ahli Bupati Bidang SDM dan Kemasyarakatan dokter Rony Rukmito mengatakan, Program Kependudukan KB dan Pembangunan Keluarga ( KKBPK) membutuhkan peranan aktif dari seluruh masyarakat diberbagai lapisan. Hal ini dilakukan agar program Kampung KB yang arahnya ada disetiap desa bisa terwujud, sehingga pencapaian keluarga kecil bahagia sejahtera segera tercapai.

Lebih lanjut Plt bupati mengatakan, sebagaimana diketahu bersama bahwa jumlah penduduk Jawa  Tengah yang hampir mencapai 33 juta jiwa  merupakan jumlah penduduk terpadat di Indonesia setelah Jawa Barat dan Jawa Timur. Kondisi tersebut perlu medapatkan perhatian semua pihak agar pertamabahan dapat ditekan, karen jumlah penduduk yang besar namun tidak berkwalitas akan semakin menambah beban keuangan negara.(masaan/dehan)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...