100 Tokoh Agama Dan Pemuka Masyarakat Klaten Dialog Bersama Demi Tercipta Iklam Sejuk.

KLATEN MATTANEWS.COM - Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) kabupaten Klaten menylenggarakan acara Dialog Antar Tokoh Umat Beragama dalam rangka mensyukuri Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke 72 Republik Indonesia (RI) tahun 2017. Kegiatan berlangsung sehari diikuti sebanyak 100 orang utusan perwakilan tokoh  agama setempat tersebut,  secara resmi dibuka Plt Kepala Kesbangpol  Wahyudi Martono mewakili bupati Klaten di rumah makan Senin ( 28/8)

Dialog mengangkat Thema Menangkal  Pemahaman  Keagamaan Yang Mengancam Keutuhan Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI) tersebut dihadiri Kapolres AKBP M Darwis , Dandim 0723/ Klaten Letkol Infantri Bayat Jagat.
 
Suasana dialog antar umat beragama di Klaten
Sementara tampil sebagai pemberi materi anatara lain Haji Syansudin Asyrofi (Islam) dengan judul  Peran Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Dalam Membangun Daya Tangkal Masyarakat Terhadap Pengaruh/Ancaman , Pendeta Harno Sakino (Kristen) Judul Menangkal Pemahaman Keagamaan Yang Membahayakan NKRI- Sebuah Pemahaman dari Sisi Agama Kristen, Val Bambang Setyawan (Katholik) Mensyukuri Rahmat 72 Tahun Indonesia Merdeka –Prespektif Katholik, Wisnu Hendratta ( Hindu) Judul Tanggung Jawab dan Keselarasan Dalam Berbangsa dan Bernegara, serta Pendeta Sirinyano Sri Puryono judul Upaya Mempertahankan NKRI Menurut Agama Hindu.

Dalam dialog yang sejuk tersebut hampir semua tokoh agama dan pemuka masyarakat menginginkan pertemuan terseut bisa berlangsung secara berkesinamungan.‘’ Kami berharap kedepan Pemkab Klaten, melalui FKUB  memfasilitasi kegiatan yang lebih intens lagi karena banyak manfaat yang dapat dipetik dari pertemuan ini“ ujar seorang peserta dialog .

Ketua FKUB Klaten, Haji Syamsudin Asrofi dalam materinya mengemukakan, kemungkinan  munculnya Radikalisme akibat sempitnya pemahaman seseorang terhadap agama yang dianut. Mengatasi radikalisme melalui nilai Pancasila perlu dilakukan dengan memberi pemahaman dan sosialisasi pada masyarakat agar Pancasila menjadi dasar hidupnya sebagai warga negara Indonesia. ‘’ Tokoh agama dan masyarakat bisa menyampaikan kombinasi nilai Pancasila yang sejalan dengan nilai agama, dalam ceramah dan saat melakukan pendampingan pada masyarakat’’ ujarnya.

Sementara Pelaksana tugas (Plt) Bupati Klaten Hajah Sri Mulyani dalam sambutan yang dibacakan plt Kepala Kesbangpol Wahyudi Martono mengatakan, agama bukanlah bendera atau simbol politik kekuasaan tetapi lebih berkonotasi pada nilai-nilai luhur yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kemanusiaan.Seluruh agama menganjurkan kedamaian bukan mengajarkan aksi kekerasan yang menghancurkan kemanusiaan.

‘’Perlu diwujudkan pola Hubungan dialogis dan komunikatif antara pemeluk agama guna merumkuskan paradigma sosial yang diambil dari nilai keagamaan, yang akan berimlpikasi pada penguatan masyarakat dalam kerangka membangun bangsa dan negara ‘’ tandasnya.(masan/dehan)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...