Lestarikan Budaya Nenek Moyang 24 Kontingen Ikuti Festival Gejok Lesung Klaten.



Festival gejok lesung Klaten
KLATEN MATTANEWS.COMDalam upaya melestarikan budaya serta tradisi leluhur nenek moyang yang memiliki nilai adi luhung yang tingga Pemkab Klaten menggelar acara festival gejok lesung yang berlangsung di desa Barepan, Cawas, Klaten Jawa Tengah. Festival yang diikuti 24 kontingen dari perwakilan 24 kecamatan yang ada berjalan meriah dan mendapat perhatian luar biasa warga dari beragai daerah.

Bertempat di lapangan Barepan para peserta dituntut mampu memainkan alat yang dulu digunkan sebagai alat penumbuk padi menjaadi sebuah instrumen musik yang mampu menghasilkan nada suara yang indah dan khas. Mereka yang mampu memainkan musik “kotekan” lesung yang nantinya akan dinobatkan sebagai juara.

Festival lesung digelar dalang rangka menyambut hari jadi Klaten ke 213. Penilaian melibatkan 3 juri yang terdiri dari seniman dan perwakilan dari taman budaya propnsi.
Setda Klaten Joko Sawaldi usai membukan festival lesung menjelaskan lesung merupakan salah satu identitas orang Jawa dimana alat tersebut digunakan untuk menumbuk padi pasa saat itu.

Semakin sering lesung berbunyi semakin menandakan hasil panen petani melimpah dan kemakamuran serta ketersediaan pangan tercukupi. Selain itu pada jaman dulu lesung juga dibunyikan saat ada gerhana bulan atau dimalam midodaren jika ada orang punya hajat perkawinan.

“Kita sangat mendukung dan mengapresiasi semua budaya nenek  moyang untuk dilestarikan. Termasuk gejok lesung ini. Dan kita berharap tidak hanya gejok lesung saja, nantinya kita akan berusaha menghidupkan dan melestarikan semua budaya tradisional yang ada dengan bantuan semua pihak tentunya”, ujar jaka.( ajipamungkas)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...