70 Kambing Dan Ratausan Tenong Ada Dalam Ritual Bersih Desa Di Sendang Sinongko

Sendang Sinongko Pokak Ceper Klaten penuh misteri
KLATEN MATTANEWS.COMSekitar 70 ekor kambing disembelih pada acara ritual bersih desa yang dipusatkan di sendang Sinongko di Desa Pokak, kecamatan Ceper, Klaten Jawa Tengah Jumat (28/7). Selain kambing dalam ritual tersebut ratusan tenong berisi makanan dan lauk pauk serta buah jajan pasar melengkapi tradisi nenek  moyang yang sudah berjalan ratusan tahun ini. Yang menarik dalam ritual ini ialah hilangnya darah segar hasil penyembelehan kambing yang langsung terserap dan hilang begitu saja seakan terserap akar akar besar pohon beringin dimana kambing tersebut disembelih.

Dalam tradisi ini warga desa Pokak dan sekitarnya masih yakin, jika keberadaan sendang Sinongko yang ada dipinggir desa mereka merupakan sumber air yang tidak akan pernah kering, selama warga setempat masih bersedia melakukan apa yang telah dilakukan para nenek moyang dahulu. Salah satunya ialah menggelar acara ritual menyembelih kambing dibawah pohon beringin serta menjaga lingkungan serta eko sistem sekitarnya. Dengan cara ini diyakini, walau musim kemarau para petani tidak akan kesulitan air dalam menggarap sawah.

Sugiman salah satu sesepuh warga setempat mengatakan, ritual menyembelih kamabing memamng sudah ada sejak nenek moyangnya dulu. Mereka melakukan sebagai bentuk rasa syukur Pada Yang Maha Kuasa atas hasil panen yang melimpah. Sehingga mereka melakukan ritual menyembelih kambing dan makan bersama, sebagai simbol kebersamaan dan kerukunan dalam bergotong royong.
Ratusan tenong warnai ritual bersih desa di sendang Sinongko
Sementara terkait kejadian aneh dalam penyembelihan puluhan kambing yang darahnya hilang begitu saja tanpa meninggalkan bekas, Sugiman mengaku tidak bisa menerangkan secara nalar. “ Yang jelas darah hasil penyembelihan kambing hilang begitu saja dan itu sudah berlangsung sejak jaman dulu, saya sendiri tidak tahu mengapa itu bisa terjadi”, ujarnya.

Sendang Sinongko di Desa Pokak, Ceper hingga kini memang masih menyisakan banyak cerita dan kejadian misteri yang sulit dijangkau oleh nalar sehat manusia. Air sendang ini tak pernah asat walau terjadi kemarau panjang sekalipun. Konon Sendang ini dulu pernah digunakan untuk singgah Raja Surakarata Hdiningrat saat tengah berpergian.(ajipamungkas)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...