Umat Paroki Bayat Dan Wedi Klaten Bagikan Takjil Dan Minum Untuk Buka Puasa.

Pembagian takjil oleh umat Paroki Bayat
KLATEN MATTANEWS.COMSebuah gerakan sosial yang patut dan layak ditiru, dilakukan umat Katholik Klaten Jawa Tengah. Perbedaan keyakinan tidak menghalangi mereka untuk terus mempererat relasi dan membangun komunikasi. Upaya itu dilakukan umat Katolik kecamatan Wedi Klaten dan sekitarnya yang melakukan kegiatan bertajuk “peduli dan berbagi” kepada warga muslim pada bulan Ramadhan ini. Mereka membagikan ratusan takjil kepada umat muslim yang tengah menunaikan ibadah puasa.

Aksi peduli kasih sebagai aplikasi dari kebersamaan serta perbedaan itu indah dilakukan umat Paroki Administratif Santa Maria Ratu Bayat  daan Wedi dengan membagikan minuman buka puasa secara gratis kepada warga sekitar dan masyarakat umum yang melewati depan Goa Maria Marganingsih Bayat, selama 3 hari mulai Selasa  21/6 hingga Jumat 23/6.

Pastor Paroki Bayat Rama Emanuel Maria Supranowo, Pr mengatakan, selama empat hari itu, para ibu lingkungan dan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Bayat menyiapkan minuman buka puasa pada siang harinya. “Sedang para bapak, OMK, PIA (anak), dan PIR (remaja) membagikan minuman buka puasa tersebut pada sore harinya,” ucap rama.

Dengan sukacita, umat Paroki Bayat membagikan minuman buka puasa itu kepada mereka yang melewati jalan Bayat-Wedi ini. Menurut umat, ini adalah bentuk konkret dari spirit peduli dan berbagi kepada sesama.

Apa yang dilakukan umat Paroki Bayat ini disambut baik oleh warga muslim. “Saya senang karena diberi minuman buka puasa yang enak, bergizi, dan gratis lagi. Saya berharap, kegiatan ini bisa diadakan secara rutin,” kata Ahmad, warga Bayat.
Perbedaan ternyata indah dalam kebersamaan
Hal sama juga dilakukan umat Lingkungan Santo Yusup Ngering Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi juga mempunyai kebiasaan yang baik pada saat bulan Ramadhan. Umat memberikan takjil (makanan untuk berbuka puasa) untuk dua masjid yang ada di lingkungan tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Sabtu selama bulan puasa.

Dewan Harian Paroki Wedi Victorina Rina Novenandari menjelaskan, bahan dan dana untuk membuat takjil dikumpulkan dari umat lingkungan. Kemudian, bahan pangan ini dimasak oleh ibu-ibu lingkungan. “Kegiatan pemberian takjil ini telah berjalan beberapa tahun,” ujarnya. (laurent)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...