SMP Pangudi Luhur 1 Klaten Lepas 176 Siswa. 8 Anak Raih Nilai UN 100.

Kepala Sekolah SMP Pangudi Luhur 1 Klaten
KLATEN MATTANEWS.COMSMP Pangudi Luhur 1 Klaten melepas 176 siswa dalam kelulusan tahun ajaran 2016/2017. Dalam acara pelepasan siswa Kelas IX SMP Pangudi luhur mampu meluluskan 100 persen siswa didiknya terdiri 93 siswa putra dan 83 siswa putri. Satu hal yang membagakan ada 8 siswa mendapat nilai Ujian nasional 100. Penyematan tamir tanda kelulusan dilakukana kepala SMP Pangudi luhur Bruder Valentinus Fembriyanto FIC.

Kepala SMP Pangudi Luhur 1 Klaten Bruder Valentinus Fembriyanto FIC dalam sambutannya mengucap syukur karena sekolahnya mampu melepas anak didiknya untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tingi dengan kelulusan 100 persen dengan nilai memuaskan.

“Tahun ini kita sungguh diberi berkat oleh Tuhan. Karena hasil ujian nasional anak anak sangat memuaskan dan sekolah kita mendapat predikat baik atau “B”. Apalagi ada 8 siswa yang mendapat nilai 100 pada UN ini, 7 anak mendapat nilai 100 pada mata pelajaran Matematika, dan 1 anak pada mata pelajaran IPA” katanya.

Kepada para siswa Bruder berharap agar mereka terus belajar dan berkarya lebih rajin lagi, sehingga mampu meraih jenjang pendidikan yang lebih tinggi sesuai dengan cita-cita dan harapannya. Selain itu Bruder juga berpesan agar para siswa tetap bisa membawa diri dan rendah hati mampu menjaga nama baik almamaternya.  
Siswa saat ujuk kebolehan dalam acara pelepasan.
Sementara dalam pelepasan yang mengusung tema “Jadilah terang dan garam dunia” tersebut  diawali dengan doa pembuka, menyanyikan lagu Indonesia Raya, ekspresi seni, pengumuman kelulusan, “wisuda” siswa, pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi, sambutan, hiburan, dan diakhiri dengan penyalaan kembang api.

Dalam pentas ekspresi seni yang bertitel “Senandung Masa Puber” ini dimainkan oleh para siswa sekolah tersebut. Ekspresi seni ini disutradarai oleh Aloysius Bernad Setiaji, alumnus SMP Pangudi Luhur 1 Klaten tahun 2001. Ekspresi seni ini mengisahkan jalinan persahabatan antara Bayu dan Rani selama tiga tahun di sekolah itu, dari pendaftaran siswa baru hingga menjelang kelulusan. Ekspresi seni ini merupakan perpaduan dari drama, tarian, vocal tunggal, dan sebagainya.

Sementara itu, mewakili para orangtua siswa Kelas IX, Yosep Kasdi menyampaikan terima kasih kepada kepala sekolah dan para guru yang telah membimbing anak mereka dengan hati dan mendidik dengan sabar. “Sekarang, kami menerima kembali anak-anak kami yang telah menyelesaikan pendidikan di sekolah ini. Kami mohon doa restu dari bapak ibu guru untuk kelanjutan pendidikan anak-anak kami ini,” ucapnya.(laurent)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...