Siswa SMP Negeri 2 (ESPERO) Klaten "Lungsurkan " Seragam Pada Adik Kelasnya.

KLATEN MATTANEWS.COMRatusan siswa klas IX Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 (ESPERO) Klaten menyerahkan pakaian seragam sekolah bekasnya (OSIS, Pramuka, dan seragam sekolah) kepada adik kelas . Serah terima secara simbolis  dilakukan oleh Rari (15) siswa klas IX perwakilan kepada kepala sekolah Woro Subaningsih diteruskan kepada empat siswa perwakilan penerima. Penyerahan dilakaukan (31/5)  di gedung aula sekolah.
 
Kepsek Espero Woro Subaningsih saat terima seragam sekolah
Dewi Raritra (15) saat ditemui mengatakan, aksi penyerahan merupakan kebijakan sekolah yang sudah berlangsung lama dan turun temurun. “ Ini salah satu tradisi bagi sekolah kami yang lulus dan akan meninggalkan sekolah ini untuk berbagi kepada para adik kelas yang kebetulan membutuhkan. Dan kegiatan ini kami lakukan dengan iklas dan penuh rasa hormat bukan sebuah penghinaan”, ujarnya.

Kepala SMPN 2 Klaten, Woro Subaningsih, kebijakan sekolah setempat mengumpulkan pakaian seragam sekolah bekas dimaksudkan untuk melatih  anak untuk peduli pada orang  lain yang membutuhkan.  Tujuan lain adalah agar para lulusan tidak melakukan coret-coret pada pakaian seragamnya, padahal pakaian dimaksud bisa dimanfaatkan siswa lain yang membutuhkan.

“Kita jangan melihat dari bentuk barang yang diberikan. Namun keiklasan mereka untuk berbagi dan kepekaan serta kepedulian mereka akan kebersamaan yang patut kita hargai. Rasa tanggung jawab dan cinta kasih hendaknya harus bisa kita tanamkan sejak dini”, ujarnya.

Didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Titik Maryani , lebih lanjut Woro Subaningsih  mengatakan jumlah siswa SMP yang dipimpinya sebanyak 876 siswa, meliputi siswa klas IX 8 kelas sebanyak 293 siswa, klas VIII 8 kelas sebanyak 287 siswa dan siswa klas VII 8 klas sebanyak 296 siswa. 

SMP Negeri II Klaten atau lebih dikenal dengan sebutan ESPERO selama ini dikenal sebagai sekolah uggulan yag ada di Klaten. Disekolah ini selain mengajarkan pelajaran sekolah, pedididkan karakter dan kepribadian dan rasa tanggung jawab dan toleransi dan cinta kasih selalu ditekankan. Sehingga hingga saat ini budaya hormat pada semua guru pembina dalam bentuk cium tangan masih saat siswa masuk dan pulang sekolah masih terus berjalan.(nabe)
  
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...