Peringatan Bagi Para Orang Tua. Berly Akhiri Hidupnya Dengan Seutas Tali Tak Tahan Dimarahi sang Ibu.

Tampak kain kerudung yang digunakan untuk mengakiri hidup
KLATEN MATTANEWS.COMIni peringatan bagi kita semua, terutama para orag tua dan saudara jika memarahi salah satu anggotanya. Karena jika tidak hati hati dan salah penyampaian bisa berujung fatal. Seperti yang dialami oleh keluaarga Ny Nurhayati warga Kk Tegalsono. Ds.kebondalem kec. Prambanan Klaten Jawa Tengah. Gara gara memarahi sang anak karena nilai ujiannya jelek, dia justru kehilangan anak kesayangannya yang nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, karena tak tahan dimarahi sang ibu.

Jumat  2 juni 2017 sekitar jam 11.30 wib ibu korban pulang dari sekolahan putrinya untuk mengaabil nilai kelulusan ujian. Sang ibu terkejut melihat nilai keliluan anakanya kurang baik. Sehingga sampai dirumah sekitar dia langsung memarahi sang anak. Tanpa pikir panjang apakah sang anak menerima atau merasa tertekan sang ibupun bergegas pergi sholat ke masjid.

Sementara sang kakak Aisyah Rina Pertiwi yang mengetahui adiknya dimarahi tak bisa berbuat banyak. Dia hanya menasehati sang adik untuk belajar lebih giat dan tak perlu sedih. Sehingga saat sang adik pergi ke kamar mandipun dia tak begitu menghiraukan.

Perasaan sang kakak mulai tak enak ketika sang adik yang pamit pergi kekamar mandi lama tak keluar lagi. Dengan perasaan cemas dia langsung bergegas kebelakang untuk mnengok adiknya. Alanglah terkejutnya takkala melihat sang adik sudah menggantung dengan dua kerudung berwarna pink dan hijang yang digunakan untuk tali mengganatung.

Sontak dia menjerit histeris dan menangis. Teriakan minta tolong langsung mengundang perhatian warga setempat yang langsung menuju rumah korban. Beberapa tetangga yang datang langsung berusaha memberi pertolongan pada korban yang nekad menggantung pada seutas selendang yang diikatkan pada kayu belandar dengan ketinggan yang tak lebih dari dua meter. Sementara jarak kaki korban dengan lantai hanya sekitar 30 sentimeter.

Hasil pemeriksaan medis, pada leher korban ditemukan luka bekas jeratan serta warna hitam bekas jeratan selendang. Tidak ditemukan tanda tanda bekas penganiayaan. Korban meninggal karena kekurangan oksigen dan tidak bisa bernafas.

Kapolsek Prambanan AKP Frans Winarso SH.MH membenarkan adanya kejadian bunuh diri yang dilakukan warga desa Tegalsono kebondalem Lor.” Korban meninggal murni karena bunuh diiri, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda tanda bekas luka penganiayaan”, ujarnya.( woot)





Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...