Oknum PNS Klaten Jadi Mafia Calo PNS. Jual NIP Seharga Rp 50 Hingga Ratusan Juta.

LATEN MATTANEWS.COM -  Jaringan mafia calo CPNS di Klaten yang selama ini malang melintang beroprasi mulai terkuak. Puluhan CPNS yang merasa telah ditipu oleh oknum PNS yang bertindak sebagai calo mulai angkat bicara dan melaporkan kejadiana tersebut ke Badan Kepegawaian Daerah Klaten. Mereka mengaku telah menyerahkan uang sebesar Rp 80 juta hingga ratusan juta untuk mendapatkan NIP. Namun hingga kini NIP yang dijanjikan tidak pernah turun.
 
Dody H. Kabid Umum dan Kepegawaian BKD pemkab Klaten
Kabid Umum dan kepegawaian Pemkab Klaten Dody Hermanu mengakui ada beberapa orang yang melapor ke BKD karena merasa telah menjadi korban penipuan calo CPNS yang diduga melibatkan oknum PNS di pemkab Klaten. Laporan tersebut menurutnya akan diungkap semuanya dan menelusuri sejauh mana mafia CPNS ini bergerak.

“ Kasus ini sebenarnya sudah cukup lama mas. Namun saat itu mereka para korban masih enggan dan takut untuk melapor. Mereka masih yakin NIP yang dijanjikan oknum PNS akan benar-benar turun. Namun karena hingga saat ini NIP yang dijanjikan tidak turun mereka baru berani melapor dan baru sadar dirinya sudah menjadi korban penipuan”, ujarnya kepada sejumlah wartawan.

Menurut Dody yang juga putra mantan Bupati Klaten almarhum Kol Soemanto kasus ini semakin terang benderang atau terkuak dengan jelas setelah adanya laporan oleh salah satu tenaga pendidik honorer katagori dua (K2) berinisial HT yang tidak lulus dalam seleksi CPNS tahun 2014 lalu.

Pada saat itu dirinya langsung mendapat tawaran dari salah satu oknum kepala sekolah SMP di Klaten berinisial SDY yang mengaku sanggup mengusahakan NIP dengan syarat yang bersangkutan harus mengikuti program dan membayar sejumlah uang.

Dalam kasus ini menurut Dody sedikitnya ada 11 tenaga honorer K2 yang menjadi korban jaringan mafia CPNS  di Klaten. Untuk bisa mendapatkan NIP Rata– rata para korban diharuskan membayar uang tebus NIP sebesar Rp 50 juta hingga Rp 80 juta. Sehingga total uang yang sudah disetor mencapai sekitar Rp 400 juta.

Menyikapi hal tersebut beberapa tokoh di Klaten meminta agar BKD berani membongkar kasus ini hingga tuntas dan membuka siapa aktor intelektual dibalik semua ini. Untuk itu Kepolisian dan Kejaksaan harus turun melakukan penyelidikan karena ini jelas sebuah kejahatan penipuan yang terencana dan sistimatis. “ BKD dan Polisi harus bisa membongkar kasus ini dan menyeret aktor intelektualnya”, ujar salah satu tokoh masyarakat Klaten.(ajipamungkas)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...