Warga Pereng Prambanan Gelar Kirab Budaya Dan Gunungan Sedekah Bumi Wulu Pametu.

KLATEN MATTANEWS.COM -  Dalam rangka mengucap rasa syukur pada Sang Maha Pencipta, warga desa Pereng, Kecamatan Prambanan, Klaten Jawa Tengah mengelar upacara tradisi kirab sedekah bumi  berupa gunungan wulu metu hasil panen yang telah dicapai. Tradisi yang dikemas dalam tradisi Sadranan ini dipusatkan dimakam desa setempat dengan acara puncak berupa kenduri dan makan bersama. Sebelum acara dimulai prosesi ini diawali dengan arak-arakan berbagai kesenian tradisional.
 
Kirab gunungan warga desa Pereng Prambanan
Kirab budaya dan arakan gunungan sedakah bumi  yang diikuti oleh hampir semua warga Pereng ini mendapat respon yang luar biasa dari penduduk sekitar dan luar daerah. Bahkan beberapa turis asing tampak asyik menikmati prosesi ini, karena lokasi desa Pereng memang tak terlalu jauh dengan pusat wisata Candi Prambanan.

Berbagai kesenian tampil dalam prosesi kirab budaya kali ini. Mulai dari tari jatilan, reog, wayang orang, kothekan hingga kesenian wayang melenium. Suasana semakin tampak sakral manakala puluhan bergodo prajurit Mataram yakni prajurit dari Keraton Surakarta dan keraton Yogyakarta juga tampil mengiringi prosesi kirab gunungan. Hal ini tentunnya mengingatkan kembali masa kejayaan kerajaan Mataram Kuno, dimana Pangeran Bandung Bondowoso mampu membuat candi Prambanan hanya dalam waktu satu hari satu malam.

KRT Bejo selaku ketua panitia kirab budaya Pereng 2017 mengatakan kirab budaya dan gunungan sedekah bumi  wulu pametu merupakan tradisi turun temurun warisan leluhur yang ada di desa Pereng. Dan sebagai generasi penerus, warga terus nguri - uri dan melestarikan budaya ini agar tidak hilang dan tergerus oleh budaya asing.
KRT Bejo dan Suhardi Camat Prambanan Klaten
“ Tradisi ini merupakan tradisi warisan leluhur kita yang layak kita jaga dan lestarikan agar tidak punah dan tergerus oleh budaya asing. Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur kita pada Tuhan Yang Maha Esa atas segela limpahan rahmat karena dalam setahun ini hasil panen yang melimpah dan baik serta selalu diberi kesehatan dan keselamatan”, tegasnya.

Sementara Camat Prambanaan Suhardi mengapresiasi kegiatan warga Pereng yang masih mampu bertahan dan mempertahankan budaya leluhur, dimana sudah banyak daerah yang tidak mampu menjaga tradisi budaya leluhurnya sendiri.

“Kegiataan ini bisa kita jadikan bagian dari kegiatan wisata budaya, disaat kita semua haus akan sesuatu yang bersiafat tradisional. Saya bangga dengan warga Pereng yang masih mampu mempertahankan dan melestarikan budaya leluhur, sementara disatu sisi banyak daerah lain yang telah menggantikan budayanya sendiri dengan budaya asing”, ujarnya (maspoer)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...