Tiga Pahlawan Super Hero Kawal Prosesi Kirab Gunungan Sadranan Di Soran Duwet Klaten.

Tiga pahlawan super hero muncul di Sadranan Soran.
KLATEN MATTANEWS.COMWarga desa Soran Duwet, Kecamatan Ngawen Klaten Jawa Tengah Kamis sore(18/5) menggelar tradisi budaya Sadaranan. Yang menarik dalam perayaan kali ini ialah munculnya tiga pahlawan super hero yang menjaga kirab gunungan hasil bumi dan kenduri hingga acara usai. Sontak pemandangan yang langka dan baru pertama kali ini cukup mendapat perhatian dan menghibur anak-anak.

Prosesi sadranan di desa Nduwet diawali dengan pawai drumband yang dilanjutkan arak-arakan seni budaya lain seperti jatilan serta kothekan. Selain itu warga juga mengirab beberapa gunungan yang terbuat dari hasil bumi yang ada seperti kelapa, ketela, lombok, tomat. Kacang panjang, terong serta buah buahan, dimana ini semua sebagai lambang keberhasilan hasil panen yang melimpah dan rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta.

Arak-arakan menempuh jarak sekitar 2 kilometer ini banyak mendapat perhatian warga dan para perantauan yang memang sengaja pulang kekampung halaman guna merayakan Sadranan bersama keluarga. 3 super hero yang ikut arak-arakan menjaga gunungan cukup mampu menghibur anak-anak dan membawa warna lain dalam prosesi kali ini. Acara Sadranan sendiri diakhiri dengan melakukan kenduri dan makan bersama yang disertai saling tukar menukar makanan.

Kepala Desa Duwet Suyono mengatakan Tradisi Sadranan yang diwali dengan ziarah kubur di makam, sudah berlangsung sejak jaman nenek moyang. Karena ini sebuah tradisi budaya, maka sampai kapanpun warga Duwet sepakat melestarikan warisan leluhur ini agar tidak punah dan hilang.
Pahlawan Super hero dengan senjata lengkap kawal gunungan
Tradisi Sadranan sendiri lanjut Suyono adalah ungkapan rasa syukur kita sebagai manusia kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dimana dengan segala rahmat dan kebesarannya, warga desa Soran Duwet diberi kesehatan serta keselamatan dan hasil panen yang melimpah. Tradisi nyekar sendiri merupakan refleksi dan intropeksi kita sebagai manusia jika kelak kita juga akan sama seperti mereka. Sehingga selama masih hidup, hendaknya kita selalu berbuat baik dan tak lupa melakukan ibadah sesuai agama kepercayaanya.

Dan sebagai desa wisata, dirinya akan berusaha agar tradisi Sadaranan di Duwet bisa menjadi salah satu kalender wisata religi, sehingga mampu menggeliatkan sektor wisata lainnya. ”Saya berharaap Soran Duwet yang meruapakan salah satu desa wisata di Klaten akan semakin dikenal orang luar, jika traadisi Sadraan ini bisa kita ajadikan paket wisata religi tahunan. Dengan demikian potensi wisataa lain yang ada bisa semakin dikenal masyarakat umum”, harapnya. (ajipamungkas)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...