Tiga Kuli Bangunan Merangkap Bajing Loncat "Jogya-Solo" Dibekuk Tim Jatrantas Polre Klaten.

KLATEN MATTANEWS.COMTiga pelaku pemalakan (bajing loncat) yang sering beroprasi disepanjang jalan Jogyakarta – Solo berhasil dibekuk tim Jatrantas Polres Klaten. Sebuah sepeda motor dan tas hitam milik pelaku kini diamankan di Mapolres Klaten, sementara satu pelaku yang merupakan otak sindikat kini masih diburu.
 
Tiga pelaku bajing loncat "jogya-solo"
Dalam melakukan aksinya para kawanan ini memang tergolong cukup berani. Karena selain tidak menggunakan senjata tajam, dalam melakukan aksinya tidak hanya malam hari tapi juga disiang hari bolong. Bermodal mengancam dan mengeluarkan kata kata kasar meraka sudah mampu memperdaya para sopir yang ketakutan.

Keberadaan para kawanan bandit ini sudah cukup meresahkan sopir truk pengangkut barang akhirnya tercium aparat. Dan berkat laaporan masyarakat ketiga pelaku berhasil dibekuk saat tengah melakukan aksinya dijalan Jogya-Solo. Mereka tak berkutik saat anggota serse membekuknya.

Aksi empat kawanan bajing loncat ini memang tergolong unik dan cukup sopan. Karena dalam melakukan aksinya mereka hanya cukup menghadang dan mengancam korban tanpa harus melukai atau membunuh. Setelah memaki maki korban, para sopirpun rela memberi sejumlah uang pada mereka. Para sopir sendiripun takut karena dalam melakukan aksinya kawanan ini jumlahnya lebih dari 3 orang. Sehingga daripada terancam lebih  baik menuruti apa kata mereka.

KBO Satreskrim Polres Klaten Iptu Prawoto menjelaskan para pelaku keseharianya bekerja sebagai kuli bangunan dan buruh kasar. Apa yang mereka lakukan sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun apapun alasannya, mereka tetap akan diproses sesuai hukum, apalagaai ada dua pelaku yang peran menjadi tahanan polisi dalam kaus yang sama. Sementara satu pelaku yang masih buron sudah diketahaui identitasnya.

“Jika melihat latar belakang mereka kita kasihan juga, mereka melakukan semua itu hanya untuk mencukupi kebutuhan makan keluarganya. Pekerjaan mereka hanya kuli bangunan dan buruh kasar yang kadang kerja dan sering nganggur. Tapi bagaimanapun juga mereka tetap kita proses untuk mempertangung jawabkan perbuatanya dan pembelajaran agar tidak mengulangi perbuatannya. Mereka kita jerat dengan pasal 365 tentang Curat dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.”, ujar Prawoto. (ajipamungkas)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...